Kantor Dirusak Pendemo, Kegiatan di DPRD Sempat Terhenti, Hasan: Sekarang Normal Lagi
JELASKAN. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Hasan Basori memastikan kegiatan akan difokuskan di Kantor DPRD. FOTO : ZEZEN ZAENUDIN ALI/RAKYAT CIREBON--
CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID — Aktivitas di Kantor DPRD Kabupaten Cirebon sempat terhenti. Imbas dari insiden perusakan, pembakaran dan penjarahan Kantor DPRD Kabupaten Cirebon, Sabtu (30/8) lalu.
Kini, aktivitas di Kantor DPRD sudah normal lagi. Pasca kejadian, pembersihan langsung dilakukan. Sisa-sisa pecahan kaca dan material lainnya, diangkut, dirapihkan. Ruangan rapat ditata lagi. Memastikan kegiatan legislatif tidak sampai terhenti.
Tiga hari setelah insiden perusakan kantor, rapat-rapat penting seperti rapat komisi, rapat Badan Anggaran (Banggar), rapat Badan Musyawarah (Banmus) hingga rapat paripurna sudah bisa dilaksanakan. Dan dipastikan kegiatannya tetap difokuskan di gedung DPRD.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, HR Hasan Basori MSi, menjelaskan kegiatan lembaga tetap berjalan, meskipun terdapat kerusakan pada sejumlah fasilitas pendukung. Itu, disampaikannya, usai memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) bersama Fraksi di DPRD, Rabu (3/9).
“Kami tetap menjalankan kegiatan-kegiatan di kantor, termasuk rapat-rapat penting. Saat ini kami sedang melakukan perbaikan di kantor Komisi I hingga Komisi IV, serta membersihkan ruangan-ruangan rapat,” ujar Hasan.
Hasan memastikan belum ada rencana untuk memindahkan kegiatan DPRD ke lokasi lain. Alasannya kerusakan yang terjadi tidak menyentuh fasilitas utama. Meja dan kursi masih dalam kondisi baik, hanya beberapa perangkat seperti sistem suara (sound system) yang perlu diganti.
“Kerusakan lebih kepada infrastruktur penunjang. Meja dan kursi masih dalam kondisi baik, hanya sound system yang perlu difasilitasi. Teman-teman dari bagian kesekretariatan dan teknis juga sudah mulai turun tangan,” jelasnya.
Terkait kerugian akibat kerusakan tersebut, kata Hasan pihaknya masih melakukan pendataan bersama tim keuangan dan Sekretariat DPRD. Banyak dokumen yang hilang dalam kejadian tersebut sehingga proses inventarisasi memerlukan waktu.
“Data sebagian besar hilang, jadi pendataan masih berjalan. Kemungkinan dua hari ke depan baru bisa terlihat angka pastinya. Tapi yang pasti, nilai kerugian nanti harus dihitung oleh pihak profesional,” katanya.
“Saya belum bisa memprediksi nilai kerugiannya. Semua masih dalam tahap analisis oleh tim keuangan. Kita tunggu hasilnya dalam dua hari ke depan,” tegasnya.
Hasan juga menegaskan bahwa aktivitas DPRD tetap berjalan, mengingat saat ini merupakan fase awal yang krusial dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026.
“Rapat-rapat fraksi tetap kami laksanakan. Saat ini kami sedang menyusun penyesuaian jadwal karena bulan ini merupakan momentum penting dalam proses penganggaran,” pungkasnya. (zen)
Sumber: