Climate Rangers Cirebon Desak Keadilan Iklim dan Demokrasi
Climate Rangers Cirebon mendesak keadilan iklim dan demokrasi. FOTO : ZEZEN ZAENUDIN ALI/RAKYAT CIREBON--
CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Komunitas Climate Rangers Cirebon menggelar aksi damai bertajuk Draw The Line dalam rangkaian peringatan September Hitam, kemarin. Aksi ini merupakan bagian dari gerakan nasional. Digelar serentak di 33 titik di seluruh Indonesia.
Koordinator Climate Rangers Cirebon, Aldi Komara menjelaskan aksinya dilakukan sebagai bentuk desakan kepada pemerintah. Segera mengambil langkah konkret, menghadapi krisis iklim dan berbagai bentuk ketidakadilan struktural.
"Gerakan ini menjadi bagian dari aksi solidaritas di 33 titik se Indonesia. Menjelang pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Umum PBB di New York, serta menjelang pengumuman target kontribusi iklim terbaru Indonesia (Second NDC)," katanya.
Kata Aldi, ada lima tuntutan disampaikan. Pertama, mendorong keterlibatan masyarakat dalam perumusan kebijakan iklim, termasuk mendesak pengesahan RUU Keadilan Iklim dan RUU Masyarakat Adat.
Kedua, meminta negara melindungi rakyat, bukan oligarki. Menolak kriminalisasi aktivis lingkungan dan menuntut agar militer tidak dilibatkan dalam urusan sipil.
"Ketiga adalah pembebasan segera terhadap para pejuang demokrasi yang ditahan karena menyuarakan keadilan. Keempat, peserta mendesak pengusutan tuntas kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib dan korban pelanggaran HAM lainnya," terangnya.
Tuntutan kelima lanjut Aldi, reformasi menyeluruh terhadap institusi kepolisian dan lembaga negara, agar tercipta sistem yang lebih transparan dan akuntabel.
“Ini bukan aksi simbolis. Kami ingin mendorong perubahan nyata. Garis ini kami gambar sebagai penegasan bahwa rakyat tidak akan tinggal diam di tengah ketidakadilan dan krisis lingkungan yang terus terjadi,” katanya.
Aksi Draw The Line dilakukan oleh 60 komunitas di seluruh Indonesia. Dimaksudkan sebagai pengingat menjelang Konferensi Tingkat Tinggi Iklim (COP30) di Brazil, yang tinggal enam pekan lagi.
Diharapkan pemerintah Indonesia hadir dalam pertemuan tersebut dengan komitmen yang kuat dan kebijakan iklim yang berpihak pada rakyat.
Kata Aldi, selain di Cirebon, aksi serupa juga digelar di berbagai kota melalui berbagai bentuk kegiatan. Mulai dari festival seni iklim hingga aksi teatrikal dan rantai manusia.
Gerakan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyuarakan pentingnya transisi energi bersih, penghentian ketergantungan pada energi fosil, dan pengembangan energi terbarukan berbasis komunitas.
“Sudah saatnya janji-janji iklim dijalankan, bukan hanya disampaikan dalam forum internasional. Kami ingin kebijakan yang berpihak pada masa depan bumi dan kehidupan manusia,” tukasnya.(zen)
Sumber: