Zulhas Blusukan ke Pasar Jagasatru Cirebon, Sempat Bagi Beras dan Minyak
MONITORING. Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan dan Walikota Cirebon, Effendi Edo beserta jajarannya memonitoring harga bahan pokok di Pasar Jagasatru Kota Cirebon.-ISTIMEWA/RAKYATCIREBON.DISWAY.ID-
CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan berkunjung ke Pasar Jagasatru Kota Cirebon untuk memonitoring harga bahan pokok di pasar tradisional.
Kunjungan Zulhas disambut hangat oleh pengunjung pasar, bahkan dirinya sempat membagikan beras, minyak goreng dan mentraktir sejumlah ibu-ibu yang sedang berbelanja bahan pokok berupa daging ayam, cabe, ikan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan mengatakan beberapa bahan pokok mengalami penurunan harga yang signifikan.
"Cabe harganya turun, telur harganya turun seribu," katanya, usai memonitoring harga bahan pokok di Jagasatru.
Zulhas menambahkan untuk stok beras dan ikan cukup berlimpah. Secara Nasional, stok beras di angka 4,7 juta ton.
"Jadi Alhamdulillah, Stok cukup, beras banyak, ikan berlebih menjelang Natal dan tahun baru serta Saya kira nanti sampai lebaran, stok kita cukup dan harganya terkendali," tambahnya.
Namun ketika ditanya mengenai kestabilan harga sembako lainnya, Zulhas tidak menjawab secara detail.
"Tadi lihat sendiri kan. Tidak usah saya yang jelaskan, kan ikut tadi kan, ikut harga-harga kan lihat sendiri ya," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman mengungkapkan, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Cirebon terpantau mulai mengalami penurunan.
“Alhamdulillah, beberapa komoditas yang sebelumnya sempat mengalami kenaikan harga, sekarang sudah mulai turun. Termasuk cabai dan komoditas lainnya,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, stabilnya harga tidak terlepas dari upaya pengendalian yang dilakukan pemerintah daerah bersama PD Pasar dan pengelola pasar melalui komunikasi intensif dengan distributor dan penyalur bahan pokok.
“Kami terus berkoordinasi dengan para distributor agar pasokan tetap terjaga, khususnya di hari-hari besar keagamaan,” jelasnya.
Terkait kemungkinan turunnya harga akibat dapur MBG dikabarkan tidak melakukan produksi ketika masa libur sekolah, Iing menyebut pihaknya belum melakukan analisis mendalam. Namun ia menilai masyarakat tetap berbelanja secara bijak sehingga tidak terjadi kepanikan.
“Yang terpenting, masyarakat tidak panic buying. Alhamdulillah suplai juga aman, apalagi saat ini sudah mulai masuk panen raya cabai,” ujarnya.
Sumber: