Mahasiswa Politeknik SCI Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Instagram Bisnis Chipi Platano

Mahasiswa Politeknik SCI Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Instagram Bisnis Chipi Platano

Mahasiswa Politeknik SCI melakukan pendampingan digitalisasi UMKM melalui pembuatan akun instagram bisnis untuk produk keripik pisang Chipi Platano di Desa Payu-FOTO: ISTIMEWA-RAKYATCIREBON

KUNINGAN, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Mahasiswa Politeknik SCI melakukan pendampingan digitalisasi UMKM melalui pembuatan akun instagram bisnis untuk produk keripik pisang Chipi Platano di Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka. Kegiatan ini di laksanakan pada tahun 2025 dalam Program Prisma 3.0 yang diselenggarakan oleh Poltek SCI sebagai upaya membantu UMKM lokal memperluas pemasaran dan meningkatkan daya saing di era digital.

Chipi Platano merupakan UMKM olahan keripik pisang yang telah berdiri sejak tahun 2001 dan sebelumnya dikenal dengan nama mister Chau. Dalam perjalanannya, usaha ini mengalami beberapa kali perubahan nama, mulai dari Sanana, Mister cau, Chipi Platano, hingga akhirnya menggunakan merek Chipi Platano yang masih dalam tahap penguatan identitas merek.

UMKM ini telah memiliki legalitas lengkap berupa Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal, meskipun pengajuan hak kekayaan intelektual (HAKI) sempat di tolak karena kemiripan nama dengan merek lain. Bahan baku utama Chipi Platano berasal dari pisang nangka, pisang usuk, dan pisang engklek yang diperoleh dari petani lokal Desa Payung dan sekitarnya.

Proses produksi dilakukan di sebuah rumah kosong yang di fungsikan sebagai tempat produksi, dengan kapasitas produk mencapai sekitar 1.000 produk pisang lumer per bulan . Produk ini dipasarkan dengan harga Rp.15.500 untuk kemasan Mister Chau. Kutipan Narasumber (pemilik UMKM) Pemilik usaha Mister Chau /Chipi Pl

“Usaha ini berdiri sejak tahun 2001. Namanya sudah beberapa kali berubah karena banyak nama yang mirip. Sekarang kami pakai Chipi Platano dan masih dalam proses penguatan merek,”ujar Bapak Halim saat diwawancarai. Ia juga menyampaikan bahwa kendala utama usaha selama ini terletak pada aspek pemasaran.

“kendala terbesar kami itu di pemasaran online. Media sosial sebenarnya sudah ada, tapi belum terkelola dengan baik,”tambahannya.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Politeknik SCI berinisiatif membantu Chipi Platano melalui pembuatan dan pengelolaan awal akun instagram bisnis. Langkah in menjadi bagian dari digitalisasi UMKM, dengan tujuan mempekenalkan produk secara lebih luas, membangun citra merek yang modern, serta menjangkau target pasar milenial berusia 14 – 28 tahun. Instagram dipilih karena mudah diakses dan sesuai dengan karakter target konsumen Chipi Platano.

Melalui media sosial ini, UMKM diharapkan dapat memanfaatkan promosi visual, komunikasi langsung dengan konsumen, serta membuka peluang pemasaran daring yang selama ini belum optimal.

Konteks dan dampak bagi masyarakat saat ini, Chipi Platano telah memiliki 5- 6 tenaga kerja tetap dan melibatkan hingga 10 warga sekitar saat terjadi lonjakan pesanan. Produk keripik pisang ini juga telah berhasil menembus pasar ritel modern seperti Alfamart dan Yogya Majalengka, meskipun pemasaran masih didominasi secara offline.

Digitalisasi melalui instagram bisnis diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk memperluas pasar, meningkatkan penjualan online, serta meperkuat keberlanjutan usaha. Program ini sejalan dengan upaya nasional dalam mendorong trasformasi digital UMKM dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Ke depan, pemilik Chipi Platano berharap dapat lebih fokus mengembangkan pemasaran digital agar usaha terus tumbuh dan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal. Pendampingan mahasiswa politeknik SCI melalui pembuatan instagram bisnis menjadi langkah awal yang diharapkan dapat membawa UMKM Chipi Platano naik kelas dan semakin siap bersaing di era digital.

Sumber: