MWC NU Kedawung Kecam Dugaan Aktivitas LGBT di THM

MWC NU Kedawung Kecam Dugaan Aktivitas LGBT di THM

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Kedawung, Abdul Muiz Syaerozie, mengecam dugaan aktivitas LGBT di THM. FOTO : ZEZEN ZAENUDIN ALI/RAKYAT CIREBON--

CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID — Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Kedawung, Abdul Muiz Syaerozie, mengecam keras beredarnya video yang diduga menampilkan aktivitas pasangan LGBT di salah satu tempat hiburan malam di wilayah Kedawung, Kabupaten Cirebon.

Muiz menilai kemunculan video tersebut sebagai bentuk penyimpangan serius dari nilai-nilai syariat Islam serta norma budaya masyarakat setempat. Ia menegaskan, keberadaan hiburan malam tidak boleh menjadi ruang bebas bagi aktivitas yang bertentangan dengan moral, etika, dan kearifan lokal.

BACA JUGA:Respon Video Dugaan LGBT, DPRD Jabar Minta Pemkab Cirebon Perketat Pengawasan Tempat Hiburan Malam

“Kami sangat prihatin dan menyesalkan jika benar terjadi. Hiburan tidak boleh melampaui batas syariat dan norma masyarakat,” tegas Muiz, Sabtu kemarin (24/1).

Menurutnya, NU tidak menolak hiburan sebagai bagian dari kebutuhan sosial masyarakat. Namun, konsep hiburan yang berkembang harus tetap berada dalam koridor nilai keislaman dan kebudayaan bangsa, bukan justru membuka ruang praktik yang dinilai merusak tatanan sosial.

Muiz menyoroti lemahnya pengawasan terhadap tempat hiburan malam yang beroperasi di wilayah Kedawung. Ia mempertanyakan arah kebijakan pemerintah daerah dalam mengelola kawasan hiburan, terutama jika aktivitas di dalamnya berpotensi menimbulkan keresahan publik.

“Kami mempertanyakan, hiburan malam ini mau dibawa ke arah mana? Apakah membangun karakter masyarakat, atau justru merusak kultur ketimuran dan nilai kebangsaan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini MWC NU Kedawung tidak pernah dilibatkan dalam diskusi maupun pengambilan kebijakan terkait penetapan dan pengelolaan kawasan hiburan malam tersebut.

Sebagai alternatif, Muiz mendorong pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali seni dan budaya lokal sebagai sarana hiburan yang lebih sehat, edukatif, dan bermartabat.

BACA JUGA:HMI Kecam Praktek LGBT di Cirebon, Minta Pemda dan Aparat Bertindak Tegas

“Sanggar seni, seni tradisional, dan seni modern yang bernilai positif seharusnya diperkuat. Itu hiburan yang membangun, bukan yang menimbulkan polemik,” katanya.

MWC NU Kedawung, lanjut Muiz, akan terus memantau perkembangan kasus tersebut. Jika terbukti terdapat aktivitas hiburan yang melanggar syariat Islam dan norma masyarakat, NU tidak akan tinggal diam.

“Jika benar ada pelanggaran, kami siap menyuarakan sikap dan melakukan langkah protes secara terbuka,” pungkasnya. (zen)

Sumber: