IKIAD Berbagi Yatim Piatu, Gedung DPRD Tak Lagi Kaku

IKIAD Berbagi Yatim Piatu, Gedung DPRD Tak Lagi Kaku

BERBAGI. IKIAD Kabupaten Cirebon melakukan santunan kepada 50 yatim piatu. Acaranya digelar di Kantor DPRD Kabupaten Cirebon, Selasa (27/1). FOTO : ZEZEN ZAENUDIN ALI/RAKYAT CIREBON--

CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Suasana Kantor DPRD Kabupaten Cirebon terasa berbeda. Bukan deretan map tebal atau perdebatan agenda politik yang mendominasi ruangan. Melainkan senyum polos puluhan anak yatim piatu yang duduk rapi menanti uluran tangan penuh kepedulian.

Sebanyak 50 anak yatim piatu dari berbagai daerah pemilihan (dapil) di Kabupaten Cirebon menerima santunan dalam kegiatan bakti sosial yang digelar Ikatan Istri Anggota Dewan (IKIAD) Kabupaten Cirebon, Selasa (27/1). Kegiatan ini menjadi santunan perdana IKIAD untuk periode kepengurusan 2024–2029.

Biasanya, kegiatan santunan dilakukan langsung ke panti asuhan atau wilayah dapil masing-masing. Kali ini, kantor wakil rakyat itu disulap menjadi ruang berbagi. Acaranya sederhana, namun serat makna. Tidak ada panggung megah, tidak pula kemewahan berlebihan. Yang ada hanyalah niat tulus untuk berbagi.

BACA JUGA:HUT ke-24 Partai Demokrat Dirayakan dengan Santunan Anak Yatim

Ketua IKIAD Kabupaten Cirebon, Nani Junani Hasan, menuturkan kegiatan santunan merupakan agenda rutin yang dijalankan secara swadaya oleh para istri anggota dewan. Meski dengan keterbatasan, semangat berbagi tak pernah surut.

“Pendapatan kami juga tidak terlalu besar, tapi kami sepakat untuk tetap menyisihkan rezeki dan berbagi. Ini sudah rutin kami lakukan. Diperiode sebelumnya pelaksanaan dilakukan setiap empat bulan sekali,” ujar Nani.

Pelaksanaan santunan di Kantor DPRD kali ini bukan tanpa alasan. Selain menjadi penanda awal kepengurusan baru, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat bahwa para istri anggota dewan memiliki peran sosial yang nyata dan berkelanjutan.

“Ini agenda pembuka kami. Kami ingin masyarakat tahu bahwa istri dewan juga punya aktivitas sosial. Makanya kami kemas sederhana saja, tapi tetap bermakna,” katanya.

Kelima puluh anak yatim piatu tersebut berasal dari berbagai dapil di Kabupaten Cirebon. Penyaluran santunan pun disesuaikan dengan wilayah masing-masing sebagai bentuk pemerataan dan upaya menjaga kedekatan emosional dengan lingkungan sekitar.

BACA JUGA:Respon Video Dugaan LGBT, DPRD Jabar Minta Pemkab Cirebon Perketat Pengawasan Tempat Hiburan Malam

Ke depan, IKIAD berencana kembali melaksanakan santunan secara bergilir di tiap dapil setiap empat bulan sekali. Itu seperti yang telah dilakukan pada periode sebelumnya. Tak hanya santunan anak yatim, IKIAD juga kerap terlibat dalam berbagai kegiatan sosial lain, terutama saat bencana alam melanda, seperti banjir.

“Untuk saat ini kami fokus santunan anak yatim dulu. Insya Allah ke depan kegiatan sosial lainnya tetap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” tutup Nani.

Di tengah hiruk pikuk dunia politik, kegiatan sederhana ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tak selalu hadir dalam kemasan besar. Terkadang, ia tumbuh dari niat yang tulus, konsistensi, dan keberanian untuk terus berbagi. Meski dengan langkah kecil. (zen)

Sumber: