Komisi II Minta Gedung Dinas Lain Jadi Perhatian, Anton: Perhatikan Spesifikasi Material

Komisi II Minta Gedung Dinas Lain Jadi Perhatian, Anton: Perhatikan Spesifikasi Material

Komisi II DPRD Kota Cirebon meminta kelayakan gedung dinas diperhatikan. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKYAT CIREBON--

CIREBON - Berangkat dari kejadian atap enam lokal bangunan kantor Disnaker yang ambruk, Komisi II meminta kejadian ini menjadi pengingat sekaligus pintu masuk bagi Pemkot untuk lebih bersiaga dan memperhatikan sarana dan prasarana perkantoran. 

​"Berkaitan dengan kejadian di kantor Disnaker, ini adalah pintu masuk," demikian disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah, Selasa (27/01). 

Disebutkan Andru, ini menjadi penting karena keselamatan para pegawai adalah nomor satu, sehingga kejadian ini menjadi pintu masuk bagi DPUTR agar melakukan studi kelayakan kepada SKPD-SKPD lain, yang terutama gedungnya sudah tua.

BACA JUGA:Tinjau Gedung yang Ambruk, Komisi II Minta Disnaker Direlokasi

Tak hanya gedung dinas, lanjut Andru, Komisi II juga melihat masih banyak sekolah-sekolah yang kondisinya masih mengkhawatirkan seperti gedung Disnaker ini. 

"​Jadi ke depan kita juga harus melindungi warga Kota Cirebon, bukan cuma masyarakatnya saja yang berada di ruang lingkup itu, tetapi juga menciptakan rasa nyaman kepada para ASN untuk hilang kekhawatiran pada saat bekerja. Bahkan para siswa saat bersekolah," kata Andru.

Senada, Anggota Komisi II DPRD Kota Cirebon, Anton Octavianto juga meminta agar DPUTR lebih proaktif dalam melakukan pengecekan kelaikan bangunan secara berkala.

BACA JUGA:Isu LGBT di THM Viral, DPRD Nilai Pengawasan Lemah, PAD Bocor

Anton pun menekankan bahwa audit infrastruktur harus dilakukan setidaknya setiap lima tahun sekali, dimana hal ini bertujuan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali di dinas-dinas lainnya.

"Kita minta yang lain juga menjadi perhatian," ungkap Anton. 

Selain masalah usia bangunan, Anton juga mengingatkna agar kedepan, pembangunan dengan penggunaan material baja ringan benar-benar diperhatikan spesifikasi baja ringan yang digunakan. 

BACA JUGA:IKIAD Berbagi Yatim Piatu, Gedung DPRD Tak Lagi Kaku

"Ketebalan baja ringan yang digunakan dalam setiap proyek pembangunan harus diperhatikan. Kita tidak ingin kejadian seperti ini terulang. Baja ringan itu ada spesifikasi ketebalannya. Sangat penting untuk menyesuaikan beban atap, jangan sampai rangka baja ringan dipadukan dengan genteng yang terlalu berat," jelas Anton. 

Maka, Anton mendorong DPUTR untuk segera melakukan inventarisasi terhadap kantor-kantor pemerintahan yang sudah berusia tua.

Sumber: