Kapan Waktu yang Tepat Beli Emas 2026? Ini Bocoran Bulan Terbaiknya!
Kapan Waktu yang Tepat Beli Emas 2026? Ini Bocoran Bulan Terbaiknya! Foto: Pinterest/Rakyatcirebon.disway.id--
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Hingga Januari 2026, kita sudah melihat harga emas Antam yang secara mengejutkan menembus angka Rp3,1 juta per gram.
Kenaikan yang sangat drastis ini tentu membuat calon pembeli bimbang, apakah harus beli emas sekarang atau menunggu harga turun dulu?
Jika Anda mencari celah untuk masuk ke pasar logam mulia tahun ini, Anda perlu memahami siklus musiman dan sentimen global yang sedang terjadi.
Mengapa Harga Emas Naik di Awal 2026?
Di awal tahun, harga emas dipicu oleh konflik geopolitik yang memanas dan kebijakan ekonomi Amerika Serikat yang memicu kekhawatiran inflasi global.
BACA JUGA:Kapan Waktu yang Tepat Jual Emas di Tahun 2026? Cek Strategi Profit Taking Ini
Emas kembali menjadi safe haven atau pelabuhan aman bagi para investor besar.
Namun, sejarah pasar selalu menunjukkan bahwa setelah kenaikan yang sangat tajam, akan ada masa koreksi harga. Inilah momen yang paling dinantikan oleh investor ritel.
Bocoran Bulan Terbaik untuk Beli Emas di 2026
Berdasarkan data historis dan analisis pergerakan harga tahunan, ada beberapa periode yang sering kali menawarkan harga lebih murah bagi pembeli:
1. Kuartal Kedua (Maret hingga Juni)
Secara tradisional, bulan Maret, April, dan Mei sering menjadi periode di mana harga emas mengalami penurunan tipis setelah reli di awal tahun.
BACA JUGA:Butuh Dana Cepat? Ini Tips Memilih Waktu yang Tepat Jual Emas Tanpa Rugi
Di tahun 2026, setelah lonjakan Januari yang sangat ekstrem, para analis memprediksi akan terjadi aksi ambil untung atau profit taking masal pada bulan-bulan ini.
Tipsnya, pantau grafik di pertengahan bulan Ramadhan hingga menjelang Lebaran.
Sering kali, permintaan emas fisik untuk investasi sedikit melandai karena fokus masyarakat beralih ke konsumsi hari raya.
2. Periode Musim Panas (Juli dan Agustus)
Bulan Juli dan Agustus sering kali menjadi waktu yang sepi di pasar komoditas global. Tanpa adanya perayaan besar di negara konsumen emas utama seperti Tiongkok, permintaan cenderung stabil.
Sumber: