Risiko Investasi Emas Fisik vs Emas Digital: Mana yang Lebih Aman?

Risiko Investasi Emas Fisik vs Emas Digital: Mana yang Lebih Aman?

Risiko Investasi Emas Fisik vs Emas Digital. Foto: Pinterest/Rakyatcirebon.disway.id--

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Dunia investasi logam mulia di tahun 2026 telah mengalami pergeseran besar.

Jika dahulu menabung emas identik dengan menyimpan bongkahan logam kuning di dalam brankas, kini masyarakat memiliki opsi yang lebih praktis, yakni emas digital.

Namun, seiring dengan kemudahan tersebut, muncul perdebatan: mana yang sebenarnya lebih aman?

Memahami perbedaan risiko antara emas fisik dan digital, untuk melindungi jerih payah Anda dari berbagai ancaman, mulai dari pencurian hingga kegagalan sistem.

BACA JUGA:Apa Saja Risiko Investasi Emas? Pahami Ini Sebelum Mulai Menabung

Risiko Emas Fisik: Ancaman Nyata di Depan Mata

Memegang emas secara fisik memberikan kepuasan psikologis tersendiri. Anda memiliki kendali penuh atas aset tersebut.

Namun, kepemilikan fisik membawa tanggung jawab keamanan yang cukup berat.

1. Risiko Kehilangan dan Keamanan

Emas batangan sangat rawan terhadap pencurian. Menyimpannya di rumah tanpa pengamanan ekstra seperti brankas standar bank adalah tindakan berisiko tinggi.

Bahkan, jika Anda menggunakan layanan Safe Deposit Box (SDB) di perbankan, Anda tetap harus membayar biaya sewa tahunan yang secara tidak langsung menggerus margin keuntungan Anda.

BACA JUGA:Butuh Dana Cepat? Ini Tips Memilih Waktu yang Tepat Jual Emas Tanpa Rugi

2. Risiko Kerusakan Fisik dan Hilangnya Sertifikat

Emas yang lecet, penyok, atau segel plastiknya rusak seringkali dihargai lebih rendah saat dijual kembali (buyback). Begitu pula dengan sertifikat.

Meskipun saat ini sudah banyak emas dengan sertifikat terintegrasi seperti teknologi CertiCard, kehilangan fisik barang tetap berarti kehilangan aset secara total.

Sumber: