Fenomena Langit Selama Bulan Februari: Parade Planet, Gerhana, Hingga Hujan Meteor
Fenomena Langit Selama Bulan Februari: Parade Planet, Gerhana, Hingga Hujan Meteor --canva
CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Langit di bulan Februari 2026 akan meriah dengan datangnya sejumlah peristiwa luar angkasa yang dapat anda lihat sepanjang bulan ini.
Berbagai aktivitas asteroid ini ada yang sudah tejadi, sedang terjadi, maupun baru akan terjadi dan siap menemani anda hingga akhir bulan Februari 2026.
Mungkin beberapa dari anda ada yang telah sadar ketika melihat langit malam beberapa hari kebelakang ini yang tampak lebih terang daripada biasanya, atau adanya meteor jatuh yang kerap kali tanpa sengaja terlihat.
Apa sajakah fenomena-fenomena tersebut? Simak informasi dibawah ini:
BACA JUGA:Turun Rp 183.000! Ini Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini 03 Februari 2026
Bulan Purnama Salju atau Snow Moon
Dimulai dari Bulan Purnama Salju atau Snow Moon yang telah terjadi pada Minggu, 1 Februari 2026. Fenomena ini merupakan kejadian langka dimana kondisi bulan sejajar dengan Bintang Beehive (M44) yang berjarak 577 tahun cahaya dari Bumi.
Bulan yang bersinggungan dengan Bintang Beehive (M44) itu terlihat memancarkan cahaya yang sangat terang dengan wujud bulat sempurna yang mengihasi langit hingga 2 Februari 2026.
Kondisi ini membuat objek-objek langit yang biasanya tidak dapat dilihat menggunakan alat pendukung menampakkan dirinya.
BACA JUGA:Bocoran Spesifikasi Iphone 18 Pro, Pro Max, dan Fold: Bawa Kamera Utama 48MP
Gugusan Bintang Beehive (M44) merupakan gugusan yang letaknya paling dekat dengan tata surya kita. Dikutip dari National Geographic Indonesia, gugusan bintang Regulus yang sejajar dengan bulan menghasilkan efek menghilang bak dicengkram bulan. Fenomena ini hampir tidak akan terulang lagi hingga akhir tahun 2030-an kedepan.
Jangan heran bila kemarin anda melihat bulan yang berukuran lebih besar dari biasanya. Sebab, fenomena ini juga menghasilkan efek optik yang membuat ilusi bulan sehingga saat bulan bersinggungan dengan garis cakrawala, bulan akan terlihat jauh lebih besar.
Hujan Meteor Alpha Centaurid
Hujan meteorid ini bersumber dari rasi bintang Centaurus dan sangat cocok dilihat di langit bagian selatan yang mencangkup Indonesia, Australia, Selandia Baru, dan Amerika Selatan.
Sumber: