Area Pemakaman Bersih, Warga Bandorasa Wetan dan Yon TP 839 Kompak Kerja Bakti Jelang Ramadhan
Kerja Bakti. Masyarakat Desa Bandorasa Wetan Kecamatan Cilimus bersama anggota Yon TP 839/Satria Abyakta kerja bakti bersihkan Pemakaman.-(Bubud Sihabudin-Rakyat Cirebon)
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID, KUNINGAN - Kekompakan antara warga dan TNI kembali terlihat di Desa Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Menjelang Bulan Suci Ramadan, masyarakat bersama personel Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 839/Satria Abyakta bahu-membahu melaksanakan kerja bakti atau Korve membersihkan lingkungan, seperti yang di instruksikan Presiden Prabowo, Kamis (12/2/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB itu dipusatkan di dua lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sirnaraga, yakni di Dusun Pahing dan Dusun Pon. Sebelumnya, kerja bakti juga dilakukan di jalan lingkungan Wage serta pembersihan saluran air yang kerap menjadi titik rawan genangan saat musim hujan.
Dengan peralatan sederhana, warga, aparat desa, dan prajurit TNI terlihat menyatu. Mereka membersihkan rumput liar, mengangkut sampah, merapikan area makam, hingga menata lingkungan sekitar agar lebih bersih dan nyaman. Suasana gotong royong berlangsung akrab, hingga menjelang siang.
Kepala Desa Bandorasa Wetan, Yayan Fudiyani, S.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi nyata antara masyarakat dan TNI yang kebetulan bermarkas di wilayah desanya.
“Menjelang Ramadan, biasanya masyarakat memang terbiasa bersih-bersih makam sekalian ziarah. Kebetulan dari TNI juga ada program kegiatan bersih-bersih lingkungan. Jadi ini kolaborasi yang sangat baik antara masyarakat Desa Bandorasa Wetan dengan anggota Yonif TP 839,” ujar Kades.
Ia menjelaskan, kehadiran TNI tidak hanya terasa dalam kegiatan gotong royong, tetapi benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari. Sehari sebelumnya, personel Yonif TP 839 juga terlibat dalam pembersihan lingkungan permukiman, dan ke depan dijadwalkan membantu pengecoran masjid di salah satu dusun.
“Alhamdulillah, bantuan dari TNI ini luar biasa. Mereka hadir, menyatu dengan masyarakat, membantu kegiatan kemasyarakatan. Dampaknya sangat terasa,” katanya.
Menurut Yayan, kerja bakti tersebut melibatkan seluruh unsur masyarakat. Mulai dari perangkat desa, RT/RW, linmas, hingga warga yang memiliki keluarga dimakamkan di TPU Sirnaraga. Sebelumnya, sosialisasi dilakukan Perangkat Desa melalui pengumuman di masjid dan penyebaran informasi melalui media sosial desa.
“Ini bukan hanya kegiatan pemerintah desa. Masyarakat terlibat langsung, terutama keluarga yang memiliki makam di sini. Jadi rasa memiliki dan kepeduliannya juga tumbuh,” ujarnya.
Terlebih, masyarakat Bandorasa Wetan memiliki tradisi yang rutin melakukan bersih-bersih makam setiap Jumat Kliwon, atau sebulan sekali. Tradisi tersebut dinilai sejalan dengan semangat gotong royong dan pelestarian lingkungan.
Sementara itu, Komandan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 839/Satria Abyakta, Letkol Inf Era Borhan Wiantoro, S.Sos., M.I.P., menerangkan, kegiatan karya bakti tersebut merupakan bagian dari upaya kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka kemanunggalan TNI dan rakyat, sekaligus menindaklanjuti instruksi Presiden Republik Indonesia terkait kepedulian terhadap kebersihan lingkungan,” ujar Letkol Era Borhan.
Ia menyebutkan, instruksi tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat Rapat Koordinasi Nasional di Sentul beberapa waktu lalu, yang menekankan pentingnya peran seluruh elemen bangsa, termasuk TNI, dalam menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan hidup.
Sumber: