Jaga Mata Air, Mahasiswa UGJ Bergerak Bantu KTH Sapu Jagat

Jaga Mata Air, Mahasiswa UGJ Bergerak Bantu KTH Sapu Jagat

Jaga Mata Air, Mahasiswa UGJ Bergerak Bantu KTH Sapu Jagat dan Pemdes Setianegara "Tanam 1.000 Pohon di Lereng Ciremai"-(Bubud Sihabudin-Rakyat Cirebon)

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID, KUNINGAN - Upaya pelestarian hutan dan perlindungan sumber mata air terus digencarkan di lereng Gunung Ciremai. Sebanyak 1.000 pohon ditargetkan ditanam di wilayah Desa Setianegara, Blok Manggong sekitar Curug Ceret, sumber mata air untuk beberapa desa. Kegiatan ini digelar melalui kolaborasi, antara Paguyuban Kelompok Tani Hutan (KTH) Sapujagat, Paguyuban Silihwangi Majakuning,  mahasiswa KKN Tematik Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), serta pemerintah desa dan unsur TNI.

Dari target 1000 pohon, 200 pohon diantaranya berhasil  ditanam hari ini, Kamis (12/02/2026), sementara 800 pohon sisanya akan dilanjutkan oleh 30 anggota KTH Sapu Jagat, sekaligus pemeliharaan untuk memastikan pohon benar-benar tumbuh.

Plt Ketua Paguyuban KTH Siliwangi Majakuning, H. Nandar Junar Arif, S.Hut, menyebut kegiatan ini bukan sekadar penanaman, melainkan bagian dari proses pembentukan kader-kader konservasi baru, khususnya dari kalangan generasi muda.

“KTH Sapu Jagat ini luar biasa. Mereka bukan hanya menjaga hutan, tapi juga menularkan semangat konservasi kepada mahasiswa. Ini sejalan dengan cita-cita paguyuban, mencetak kader konservasi baru. Warga Desa Penyangga bukan hanya memanfaatkan hasil hutan, mereka terlibat aktif menjaga dan melestarikannya,” ujarnya.

BACA JUGA:Area Pemakaman Bersih, Warga Bandorasa Wetan dan Yon TP 839 Kompak Kerja Bakti Jelang Ramadhan

Menurut Nandar, penanaman dilakukan secara berkelanjutan dan dilakukan perawatan dalam 3 tahun pertama. 

Setelah penanaman, KTH Sapu Jagat telah menjadwalkan pemeliharaan berkala setiap triwulan guna memastikan tanaman tumbuh optimal.

Senada dengan Kerua Paguyuban, Ketua KTH Sapujagat Nandar mengungkapkan, penanaman di Blok Manggong bukan yang pertama kali. Di tahun sebelumnya 2500 bibit endemik sudah di tanam. Blok ini secara visual sangat menyejukan, tampak air sangat melimpah, mengalir  ke arah pemukiman dan area pertanian.

“Kalau penanaman berbasis proyek, biasanya selesai tanam lalu ditinggalkan. Di sini tidak. Ada komitmen pemeliharaan agar tingkat hidup tanaman tinggi,” ungkapnya.

BACA JUGA:Biawak Besar Masuk Halaman Warga, Reptil Takluk di Tangan Damkar Kuningan

Peran dunia kampus turut menguatkan kegiatan tersebut. Dosen Pembimbing Lapangan KKN Tematik UGJ, Dr. H. Dadan Taufik F., S.Hut., S.H., M.H., M.Kn, menjelaskan kegiatan ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) antara UGJ dan Paguyuban Siliwangi Majakuning, sekaligus implementasi program KKN Tematik di Desa Setianegara.

“Kami mengapresiasi kolaborasi ini karena mahasiswa dapat langsung mengaplikasikan ilmunya di lapangan. Penanaman di sekitar mata air menjadi contoh konkret program bertema lingkungan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Dadan.

Ia menambahkan, mahasiswa KKN Tematik UGJ di Setianegara berasal dari empat fakultas, yakni Fakultas Hukum, Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Sains. Selama kurang lebih 40 hari, mahasiswa diberi ruang menyusun dan menjalankan program kerja bersama pemerintah desa.

Dari sisi mahasiswa, Ketua Kelompok KKN Tematik UGJ Desa Setianegara, Cerina Salsabila, dan wakil ketua Adrian Fahrio menjelaskan reboisasi dilakukan di sekitar mata air, mencegah berkurangnya tutupan vegetasi yang dapat berdampak pada daya serap air.

Sumber:

Berita Terkait