Mengenal Kalender Hijriah Global Tunggal: Cara Menentukan 1 Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri
Mengenal Kalender Hijriah Global Tunggal: Cara Menentukan 1 Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri -Pinterest - Etsy-rakyatcirebon.disway.id
CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID- Siapa di sini yang masih bingung tentang kalender hijriah global tunggal?
Pada bulan ramadan yang suci ini, tentu kita memiliki perbedaan dalam beberapa hal. Perbedaan awal ramadan, idul fitri dan hari besar lainnya tentu sudah biasa terjadi. Situasi seperti ini sudah sering menimbulkan beberapa pertanyaan seperti, mengapa tanggal penting bisa berbeda, kan sama-sama menggunakan kalender hijriah?
Sebagai upaya dalam menjawab pertanyaan tersebut munculah gagasan kalender hijriah global tunggal (KHGT) yakni sebuah sistem penanggalan islam yang dibuat bersamaan di seluruh dunia. Kalender Hijriah Global Tunggal resmi di rilis oleh Muhammadiyyah, itung-itung sebagai bentuk jihat ilmiah dalam menentukan proses penanggalan islam.
BACA JUGA:Mudik Gratis 2026 Bersama KAI: Cek Syarat Dan Ketentuan Beserta Rute Perjalanannya
Tentunya perbedaan sistem masih sering terjadi pada saat mempertimbangkan perbedaan waktu dan lokasi pengamatanhilal sendiri, KGHT mempunyai prinsip "satu hari satu tanggal untuk seluruh dunia" tanpa memengaruhi batas geografis.
Adapun Prinsip Utama KHGT antara lain sebagai berikut:
Prinsip utama yang dimiliki oleh KGHT yakni mengadopsi konsep ittihad al-matali' yang berarti kesatuan matlak atau kesatuan wilayah dalam menentukan hilal. Artinya, seluruh dunia menganggap kesatuan zona sebagai pengamatan.
Apabila hilal sudah memenuhi krteria di salah satu titik manapun di dunia sebelum pukul 00.00 UTC, maka keesokan harinya dapat langsung ditetapkan sebagai tanggal baru hijriah.
BACA JUGA:Pemerintah Terapkan WFA Saat Mudik Lebaran 2026: Berlaku Untuk Siapa Saja?
Perhitungan Asrtonomis
Metode ini dilakukan tidak dengan menggunakan pengamatan secara langsung (rukyat), namun menggunakan metode hisab hakiki kontemporer yaitu merupakan sebuah perhitungan astronomi yang cukup kuat dan akurat.
KHGT menerapkan kriteria visabilitas hilal dengan peremeter tertentu, termasuk tingginya hilal, minimum, dan elongasi tertentu (sering disebut dengan standar IR 5+8). Dengan metode yang berbasis pada ilmu ini, awal bulan dapat ditentukan secara matematis jauh sebelum waktunya.
BACA JUGA:6 Tahfiz Pimpin Tarawih, Masjid Syiarul Islam Kuningan Usung Ramadan Penuh Iman dan Literasi
Tujuan & Manfaat
Sumber: