Pertamina Siagakan 109 SPBU 24 Jam di Momen Mudik dan Arus Balik Idul Fitri 2026

Pertamina Siagakan 109 SPBU 24 Jam di Momen Mudik dan Arus Balik Idul Fitri 2026

PASOKAN BBM DAN LPG. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB Susanto August Satria juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar mengenai ketersediaan BBM dan LPG. FOTO : IST/RAKYAT CIREBON--

CIREBON - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) siagakan 108 SPBU 24 jam selama momen mudik dan arus balik Idul Fitri 2026. Hal ini berkaitan dengan prediksi lonjakan kendaraan yang melintasi jalur mudik

Sales Branch Manager Cirebon I Fuel PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Cirebon, Novan Reza Pahlevi memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG bagi masyarakat dalam kondisi aman.

Selain itu, pihaknya juga melakukan berbagai langkah untuk memastikan distribusi energi berjalan lancar selama Ramadhan hingga Idul Fitri. Hal tersebut disampaikan dalam sosialisasi kesiapan Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2026, Selasa (10/3).

Secara total, diperkirakan sekitar 143,9 juta masyarakat akan melakukan perjalanan selama periode mudik tahun ini. Sebagian besar di antaranya menggunakan kendaraan pribadi, sehingga kebutuhan BBM diproyeksikan meningkat terutama di jalur-jalur utama.

Wilayah Cirebon menjadi salah satu daerah strategis karena menjadi jalur penghubung antara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Jalur Tol Cikopo–Palimanan diperkirakan mengalami lonjakan kendaraan yang cukup signifikan selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Berdasarkan proyeksi, jumlah kendaraan yang melintas di ruas Tol Cipali diperkirakan meningkat dari sekitar 700 ribu kendaraan pada kondisi normal menjadi sekitar 3,6 juta kendaraan selama masa arus mudik dan balik Lebaran.

Pertamina memprediksi puncak arus mudik akan terjadi dalam dua periode, yakni 14–15 Maret 2026 dan 18–20 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24–25 Maret 2026 serta 28–29 Maret 2026.

Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi selama periode tersebut, Pertamina telah menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung. Di wilayah Sales Area Cirebon terdapat 109 SPBU siaga yang beroperasi selama 24 jam untuk melayani kebutuhan BBM masyarakat maupun pemudik.

Selain itu, Pertamina juga menyiapkan 10 unit mobil tangki standby yang siap mendistribusikan BBM ke SPBU apabila terjadi peningkatan permintaan secara signifikan. Pasokan energi untuk wilayah Ciayumajakuning sendiri berasal dari beberapa terminal utama, yakni Integrated Terminal Balongan serta Terminal BBM Cikampek.

“Kami memastikan distribusi BBM dan LPG di wilayah Ciayumajakuning berjalan dengan baik. Pasokan dari Balongan dan Cikampek terus dipantau agar kebutuhan masyarakat selama mudik Lebaran tetap terpenuhi,” ujar Novan.

Selain memastikan ketersediaan BBM, Pertamina juga memproyeksikan adanya peningkatan konsumsi LPG selama periode Satgas RAFI. Untuk mengantisipasi hal tersebut, tambahan pasokan LPG disiapkan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama Ramadhan hingga Idul Fitri.

Pertamina juga menghadirkan sejumlah fasilitas layanan tambahan bagi pemudik, seperti mini Serambi MyPertamina di Kabupaten Kuningan serta mikro Serambi MyPertamina di Kabupaten Cirebon yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat.

Selain itu, layanan Modular juga disiapkan di beberapa titik jalur tol strategis, di antaranya Rest Area KM 207A Tol Palikanci Kabupaten Cirebon, serta KM 130A dan KM 130B Tol Cipali di Kabupaten Indramayu yang beroperasi di lokasi non-SPBU untuk memperkuat distribusi energi selama arus mudik.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB Susanto August Satria juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar mengenai ketersediaan BBM dan LPG.

Sumber:

Berita Terkait