12 Pustu Mengkhawatirkan, 4 Pustu Sudah Lama Tutup Pelayanan

12 Pustu Mengkhawatirkan, 4 Pustu Sudah Lama Tutup Pelayanan

Kondisi Pustu Dukuh Semar dibelakang Terminal Harjamukti saat ditinjau oleh Wakil Walikota dan Wakil Ketua DPRD. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKYAT CIREBON--

CIREBON - Empat Puskesmas Pembantu (Pustu) di Kota Cirebon saat ini sudah berhenti beroperasi dan dalam kondisi off. 

Data dari Dinas Kesehatan sendiri, untuk fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), Kota Cirebon memiliki 22 Puskesmas dan 12 Pustu. 

12 Pustu tersebut berada dibawah 10 Puskesmas yang ada, yakni Pustu Wanacala dibawah Puskesmas Kalitanjung, Pustu Kopiluhur, Pustu Kedungkrisik dan Pustu Sumurwuni dibawah Puskesmas Sitopeng, Pustu Kalijaga dibawah Puskesmas Kalijaga Permai, Pustu Api-api dibawah Puskesmas Pegambiran, Pustu Pesayangan dibawah Puskesmas Pesisir, dan Pustu Samadikun dibawah Puskesmas Kejaksan, itu delapan Pustu yang masih aktif memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat. 

BACA JUGA:11 Titik Kantor Dinas di Kota Cirebon Dipasang Fasilitas SPKLU

Sedangkan, empat Pustu lain yang sudah tidak aktif, yakni Pustu Dukuh Semar dibawah Puskesmas Larangan, Pustu Mega Endah dibawah Puskesmas Majasem, Pustu Cangkring dibawah Puskesmas Pamitran dan Klinik Intan dibawah Puskesmas Gunung Sari. 

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr Lia Nurliana mengungkapkan, berbeda dengan Puskesmas, Pustu yang ada dan masih beroperasi saat ini mayoritas memang dalam kondisi yang kurang layak, baik dari sisi bangunan, sarana dan prasarana maupun SDM. 

"Mayoritas memang tidak layak, tidak memenuhi standar," ungkap dr Lia. 

BACA JUGA:Update Tanggal Rilis Poco X8 Pro di Indonesia: Siapkan Budget dari Sekarang!

Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan pembantu, dijelaskan dr Lia, urgensi dari Pustu ini memang tidak semuanya, melainkan dikembalikan melada letak dan lokasi pustu dan luas wilayah Puskesmas yang menjadi induknya. 

"Tidak semua pustu urgen, tergantung letak lokasi Pustunya, terlebih pengelolaan Pustu ini dibawah puskesmas induk," lanjut dr Lia. 

Salah satu Pustu yang sudah tidak aktif, yakni Pustu Dukuh Semar dibawah Puskesmas Larangan, pada Senin (06/04) lalu ditinjau oleh Wakil Walikota, Siti Farida Rosmawati, Wakil Ketua DPRD, Harry Saputra Gani bersama bagian aset di BPKPD. 

BACA JUGA:Worth It untuk Dibeli! Spesifikasi Keunggulan Utama Mobil Listrik Jaecoo J5 EV, Desain hingga Jarak Tempuh

Terkait Pustu Dukuh Semar tersebut, dijelaskan dr Lia, kondisinya memang rusak berat, serta sarana prasarana hingga tenaga yang tidak memadai, membuat Pustu tersebut berhenti beroperasi sejak lama. 

Belum lagi, Dinkes melihat Pustu Dukuh Semar kurang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, karena masih dekat dengan Puskesmas induk. 

Sumber: