Sampah Liar di Samping PCL Dibersihkan, Warga Minta DLH Segera Perbaiki TPS
TINJAU LOKASI. Ketua RW 07 PCL, Yeyet Nurhayati meninjau Fasum Perumahan yang kini sudah bersih dari tumpukan sampah liar, Jumat (10/4). FOTO : ZEZEN ZAENUDIN ALI/RAKYAT CIREBON--
RKAYATCIREBON.DISWAY.ID – Sampah liar di Jalan Ir Soekarno–Warungasem, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, sudah dibersihkan. Tepatnya di samping Perumahan Puri Cirebon Lestari (PCL). Pembersihan dilakukan melibatkan sejumlah armada pengangkut sampah milik pemerintah daerah.
Ketua RW 07 Puri Cirebon Lestari, Yeyet Nurhayati, mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah. Menurunkan armada, dan alat berat untuk mengatasi penumpukan sampah di lokasi.
Menurut Yeyet, pada hari pertama proses pembersihan, sebanyak 11 armada dikerahkan untuk mengangkut sampah. Sementara pada hari kedua, 8 armada kembali diturunkan hingga proses pembersihan tuntas.
“Terima kasih kepada pemerintah daerah dan dinas terkait yang sudah membantu membersihkan sampah di sini. Hari pertama ada sebelas armada yang diturunkan, kemudian hari kedua delapan armada,” ujar Yeyet.
Ia menjelaskan, lahan kosong yang sebelumnya menjadi lokasi penumpukan sampah liar, kini telah diratakan. Dipagari oleh warga. Di area tersebut juga dipasang tulisan penolakan pembuangan sampah oleh warga Puri Cirebon Lestari.
BACA JUGA:Warga Kecomberan Tutup Jalan Ir Soekarno Warung Asem akibat Sampah yang Menumpuk
Wajar warga menolak. Lokasi tersebut merupakan lahan fasilitas umum (fasum) milik perumahan. Bukan aset milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH). “Lahan itu merupakan fasum milik perumahan, bukan milik DLH,” jelasnya.
Hanya saja, lokasinya berdekatan dengan TPS milik DLH. Meski demikian, warga tidak mempermasalahkan keberadaan tempat pembuangan sementara (TPS) disekitar perumahan mereka. Warga hanya berharap pengelolaan TPS dapat diperbaiki, terutama pada bagian penutup atas.
Ia menyebutkan, kondisi seng yang digunakan sebagai atap TPS saat ini kurang rapat. Pasalnya, air hujan mudah masuk. Hal itu menyebabkan sampah menjadi basah dan menimbulkan bau tidak sedap.
“Kalau hujan air masuk karena sengnya kurang rapat, sehingga sampah menjadi basah dan menimbulkan bau. Kami berharap bagian atasnya bisa diperbaiki supaya tidak bocor,” katanya.
Selain itu, Yeyet juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Ia mendorong setiap rumah tangga mulai memilah sampah organik dan nonorganik untuk membantu meringankan beban pengelolaan sampah.
“Kalau bisa setiap rumah tangga mulai memilah sampah organik dan nonorganik agar pengelolaan sampah lebih mudah,” ujarnya.
Saat ini, pengangkutan sampah di TPS tersebut disebut sudah dilakukan secara berkala, yakni sekitar dua hari sekali. Warga menilai kondisi pengangkutan sampah kini relatif lebih tertata dibandingkan sebelumnya.
Ke depan, warga berharap pengelolaan TPS dapat ditata lebih baik. Mengingat Jalan Ir Soekarno-Warung Asem merupakan sentra wisata kuliner di wilayah Talun. “Harapannya pengelolaan TPS bisa lebih rapi, apalagi di sekitar sini juga ada kawasan wisata kuliner,” pungkasnya. (zen)
Sumber: