Meski Ada Kendala, Pemkot Cirebon Targetkan ASN Pindah ke GCM Akhir Juni
Sejumlah ASN memasuki Gedung Setda Kota Cirebon-ISTIMEWA/RAKYAT CIREBON-
CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID — Pemerintah Kota CIREBON menargetkan perpindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Gedung Sekretariat Daerah (Setda) ke Grage City Mall (GCM) dapat direalisasikan pada akhir Juni 2026.
Rencana perpindahan ASN dari Gedung Setda ke GCM tersebut sempat mengalami penundaan akibat sejumlah kendala administratif dan dinamika harga bahan baku imbas dari perang Iran, Israel dan Amerika.
Asisten Administrasi Umum dan Pemerintahan Setda Kota Cirebon, Arif Kurniawan ST menjelaskan, pembahasan awal terkait rencana perpindahan ASN dari Gedung Setda ke GCM sebenarnya telah dilakukan sebelum Lebaran. Namun, proses teknis baru dapat dilanjutkan setelah Idulfitri.
“Setelah Lebaran kami langsung berkoordinasi dengan pihak manajemen Grage untuk mempersiapkan segala kebutuhan. Kendala utama sebelumnya ada di sisi administrasi, terutama penyusunan rincian RAB yang baru selesai seminggu setelah Lebaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses penyusunan RAB sejak Januari hingga Maret memerlukan waktu cukup lama karena adanya fluktuasi harga bahan baku.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh dinamika global, termasuk kenaikan harga BBM di luar negeri serta tensi geopolitik seperti konflik Iran, Israel–Amerika yang berdampak pada pasar.
"Eskalasi harga bahan baku kan ikut turun naik. Terkait dengan harga BBM yang naik di luar gitu ya, walaupun di dalam negeri tidak naik. Jadi gejolak. Politik eskalasi perang iran Israel-Amerika juga berpengaruh terhadap itu," tambahnya.
Saat ini, kata Arif, pihaknya tengah merampungkan administrasi tahap perencanaan yang ditargetkan selesai dalam satu hingga dua minggu ke depan. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan fisik.
“Pelaksanaan fisik diperkirakan mulai dua hingga tiga minggu setelah administrasi selesai. Jadi akhir April ini, insya Allah sudah mulai pengerjaan di GCM,” katanya.
Pekerjaan fisik yang dimaksud Arif, meliputi penyekatan ruangan, penyediaan ruang kerja bagi Wali Kota dan Wakil Wali Kota, fasilitas toilet, serta penataan ruang kerja bagi pegawai.
Konsep ruang kerja yang diterapkan mengusung model terbuka menyerupai kelas, dengan sekat antarbagian setinggi sekitar 1,5 meter.
“Konsepnya lebih efisien, tidak full sekat. Meja kerja ditata terbuka seperti kelas untuk memaksimalkan ruang,” ujarnya.
Untuk fasilitas pendukung rencana perpindahan ASN dari Gedung Setda ke GCM, Pemkot akan memanfaatkan sistem AC sentral yang tersedia di GCM, serta menambah unit AC dari kantor lama jika diperlukan.
Sementara itu, biaya operasional seperti listrik dan internet akan menjadi tanggungan pemerintah daerah.
Sumber: