Komisi II Pertanyakan Kapan Penataan Sukalila Dimulai

Komisi II Pertanyakan Kapan Penataan Sukalila Dimulai

Kondisi di bantaran sungai Sukalila pasca bangunan-bangunan ditertibkan, sampai saat ini belum terlihat ada pekerjaan penataan. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKYAT CIREBON--

CIREBON - Terlepas dari persoalan pembongkaran jembatan Kereta Api yang memantik reaksi publik, sampai saat ini, rencana penataan sungai Sukalila masih menjadi pertanyaan publik. 

Pasalnya, sejak bangunan-bangunan yang ada di sepanjang sempadan ditertibkan, sampai saat ini di lapangan belum ada tanda-tanda pekerjaan akan segera dimulai. 

Pantauan Rakyat Cirebon di lapangan, sejak pekerjaan pengerukan selesai, sampai Rabu belum ada aktivitas pekerjaan lanjutan, atau bahkan persiapan bahan-bahan material. 

BACA JUGA:Jalani UKK di DPW, Abdul Wahid Wadinih Fatsun Apapun Keputusan Partai

Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro mengungkapkan, pihaknya sudah menyusun timeline pekerjaan, mulai dari pengerukan sampai pembangunan dan penataan. 

​"jadwalnya lima sampai enam bulan ke depan. Yang pertama penataan sepadannya." ungkap Dwi. 

Penataan, lanjut Dwi, sebetulnya sudah dimulai pada pekan ini, dimana pada Senin lalu sudah diawali dengan sosialisasi.

BACA JUGA:Empat Nama Jalani UKK di DPW, Dewan Syuro PKB Ingatkan Kader Tetap Solid

"Iya, sudah, sudah mulai, dan kemarin sudah sosialisasi. Untuk teknis di lapangan, baru survei-survei kan itu. Tapi sudah sosialisasi," kata Dwi singkat. 

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah S Sos mempertanyakan detail serta timeline dari rencana penataan yang akan dilakukan oleh BBWS terhadap bantaran sungai Sukalila. 

Pasalnya, sampai saat ini, secara spesifik Komisi II belum menerima laporan, ataupun hanya sekedar informasi terkait rencan penataan Sukalila secara terperinci. 

BACA JUGA:SIPP Ke-21 Pemkab Kuningan, Aneka Layanan Publik Disatu Tempat

"Belum sampai saat ini kita belum tahu rencana teknis dan terperinci BBWS terhadap Sukalila ini seperti apa, desainnya seperti apa nantinya, kita belum tahu," ungkap Andru, sapaan akrab Ketua Komisi II. 

Dengan demikian, Komisi II pun mendorong agar BBWS segera melakukan pekerjaan, karena jika lahan sempadan yang sudah bersih dan ditertibkan dibiarkan terlalu lama, dikhawatirkan akan mulai kembali menjamur bangunan liar baru. 

Sumber: