Bulog Cirebon Optimalkan Penyerapan dan Penyimpanan Gabah

Bulog Cirebon Optimalkan Penyerapan dan Penyimpanan Gabah

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani dan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman meninjau langsung kondisi gudang di Karawang Logistic Park.-ISTIMEWA/RAKYAT CIREBON-

CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Perum Bulog terus menunjukkan perannya sebagai operator pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya komoditas beras. Hingga saat ini, Bulog telah menyerap sebanyak 159.047 ton gabah langsung dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram.

Pemimpin Cabang Perum Bulog Cirebon, Imam Mahdi menjelaskan, gabah hasil serapan tersebut kemudian diolah menjadi beras yang digunakan sesuai penugasan pemerintah, seperti dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bantuan Pangan (Banpang), serta bantuan untuk penanganan bencana alam.

“Kami optimistis pencapaian serapan di Cirebon akan meningkat dibandingkan tahun lalu. Saat ini gudang Bulog sudah penuh, bahkan di Kota dan Kabupaten Cirebon, Majalengka, serta Kuningan, kami sampai menyewa gudang tambahan,” jelasnya.

Secara nasional, Imam mengungkapkan, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) per Jumat (24/4/2026) mencapai 5 juta ton. Angka ini disebut sebagai capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Sementara itu, khusus wilayah kerja Cabang Cirebon, stok beras tercatat sebesar 158.703 ton.

“Stok ini merupakan bukti keberhasilan swasembada pangan di Indonesia dan hasil kerja sama seluruh pihak,” ungkapnya.

Sementara itu, Imam membeberkan bahwa Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani dan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman meninjau langsung kondisi gudang di Karawang Logistic Park.

"Dari peninjauan tersebut menghasilkan kesiapan Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan beras di tengah tantangan global," paparnya.

Imam menambahkan, dengan cadangan yang kuat, Bulog tidak hanya berfungsi sebagai stabilisator harga, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam ekosistem pangan nasional.

Stok beras yang besar dinilai mampu meredam gejolak harga, mengantisipasi kondisi darurat, serta mendukung berbagai program bantuan pemerintah.

“Meski kondisi global saat ini kurang kondusif dan berpotensi memicu kenaikan harga pangan, kami memastikan bahwa di Indonesia, khususnya wilayah Cirebon, ketersediaan beras dalam kondisi melimpah,” ujarnya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap pasokan beras. 

“Beras Bulog siap digunakan sepenuhnya sesuai ketentuan pemerintah melalui program SPHP dan Bantuan Pangan,” pungkasnya. (its)

Sumber: