Dikepung Ritel Modern, Pasar Gunung Sari "Sudah Jatuh Tertimpa Tangga"

Dikepung Ritel Modern, Pasar Gunung Sari

Kondisi di pasar Gunung Sari sudah sepi padahal masih pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Pasar tersebut dikepung ritel modern. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKYAT CIREBON--

CIREBON - Lagi dan lagi, para pedagang di pasar tradisional mengeluhkan kebijakann terkait perizinan yang diterbitkan. 

Kasus yang sama dengan penolakan terhadap munculnya pasar ritel modern Indomaret di depan Pusat Perbelanjaan Harjamukti, kali ini kasus serupa terjadi di Pasar Gunung Sari. 

Pasar yang terletak di pusat Kota Cirebon ini dikepung oleh pasar ritel modern, yang jaraknya kurang dari 500 meter dari lokasi pasar. 

BACA JUGA:Infinix GT 50 Pro Harga dan Spesifikasi Terbaru April 2026: HP Gaming Gahar Hanya Rp4 Jutaan?

Pedagang Pasar Gunung Sari, Adam Purnama mengungkapkan, beberapa hari lalu, ada pihak investor yang mendatangi para pedagang dengan maksud meminta izin untuk membuka gerai toko ritel modern, yang lokasinya ada di radius 300 meter dari pasar Gunung Sari. 

"Jaraknya hanya 300 meter dari sini, kami para pedagang langsung berkumpul, dan kami nyatakan tidak setuju," ungkap Adam. 

Disebutkan Adam, kondisi ini bukan kali pertama, tepatnya satu tahun lalu, di sebelah Selatan, didirikan toko ritel yang sama, yang jaraknya hanya 350 meter dari pasar, dan saat itu Adam mengaku para pedagang kecolongan, karena pihak yang mendirikan tidak mendatangi para pedagang seperti saat ini. 

BACA JUGA:Xiaomi 17T Segera Rilis: Bocoran Spesifikasi Gahar dengan Kamera Leica Terbaru dan Chipset Kencang!

Terkait persoalan ini, dijelaskan Adam, sebetulnya sudah menjadi fokus para pedagang pasar tradisional, dimana para pedagang sudah menyatakan penolakan dengan memasang spanduk menolak keberadaan pasar ritel modern di radius tertentu dari lokasi pasar tradisional. 

Namun tetap saja, penolakan pedagang tak kunjung didengarkan, dan perizinan tetap saja terbit tanpa mempertimbangkan kondisi pedagang pasar tradisional yang dipastikan terdampak. 

"Satu tahun lalu, 350 meter disebelah kanan, tanpa izin dari pihak pasar langsung berdiri, dan kami tidak mau kecolongan lagi. Kami paham, perizinan sekarang mudah karena ada OSS, tapi tolong pikirkan kearifan lokal, ada pasar tradisional disini," jelas Adam. 

BACA JUGA:Tips Berburu Smartwatch Samsung Murah di 2026, Jangan Sampai Salah Pilih!

Terkhusus untuk para pedagang di pasar Gunung Sari, masih dijelaskan Adam, kondisi ini membuat para pedagang 'sudah jatuh tertimpa tangga'. 

Pasalnya, saat ini sedang diterpa kendala pengelolaan pasar yang tidak menguntungkan para pedagang, hadir pula persoalan akna dibangunnya pasar ritel modern tak jauh dari pasar. 

Sumber: