Hidup Sebatang Kara, Ayunda Bertahan Sekolah dengan Rp35 Ribu Sehari
Ayunda (kiri) didampingi keluarga dan pihak sekolah kini sudah terdaftar sebagai penerima Program Indonesia Pintar (PIP). FOTO : ZEZEN ZAENUDIN ALI/RAKYAT CIREBON--
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID — Di usia yang masih belia, Ayunda Putri Mauldya (13) harus menghadapi kenyataan hidup yang tak ringan. Siswi kelas VII SMP Negeri 2 Sumber itu kini menjalani hari-harinya tanpa kedua orang tua, dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas.
Ayunda tinggal bersama kakaknya di Blok Karang Bawang, Kelurahan Kemantren, Kecamatan Sumber. Sejak ibunya meninggal saat ia masih bayi, dan ayahnya wafat pada 2024 lalu, beban hidup praktis bertumpu pada kakaknya.
BACA JUGA:Persaingan di Tingkat SMA dan SD Merata, SMPN 1 Beber Mendominasi Invitasi Atletik Pelajar 2026
Keterbatasan ekonomi menjadi bagian dari keseharian. Untuk mencukupi kebutuhan, Ayunda hanya mengandalkan uang saku sekitar Rp35 ribu per hari. Dari jumlah itu, sebagian besar digunakan untuk keperluan sekolah.
Meski hidup dalam kondisi sulit, Ayunda memilih tetap bertahan di bangku pendidikan. Ia mengaku kerap merasakan kesedihan, terutama ketika melihat teman-temannya masih memiliki orang tua.
“Sedih, karena teman-teman masih ada orang tuanya, sedangkan aku tidak,” ucapnya lirih, Rabu (29/4).
Namun, keterbatasan tidak membuatnya menyerah. Ayunda justru terus menunjukkan semangat belajar. Prestasi akademiknya perlahan meningkat, dari peringkat tujuh saat SD menjadi peringkat empat di SMP.
Selain aktif belajar, ia juga mengikuti kegiatan Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah. Beberapa mata pelajaran favoritnya antara lain Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
BACA JUGA:Sekolah PGRI Tergerus Sekolah Negeri, YPLP Petakan Penurunan Siswa
Di tengah segala keterbatasan, Ayunda menyimpan harapan sederhana. Melanjutkan pendidikan hingga SMA dan mewujudkan cita-citanya menjadi guru.
Perhatian terhadap kondisi Ayunda mulai mengalir. Pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon melakukan kunjungan langsung ke kediamannya. Memastikan kondisi yang dihadapi.
Kepala SMP Negeri 2 Sumber, Kemas Muhammad Saleh, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memastikan Ayunda tetap bisa melanjutkan pendidikan.
BACA JUGA:Cara Cek Penerima PIP 2026 Lewat HP Pakai NIK dan NISN di Link Baru SIPINTAR
Saat ini, Ayunda telah terdaftar sebagai penerima Program Indonesia Pintar (PIP), yang diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya pendidikan.
“Dengan program wajib belajar, jangan sampai ada anak yang putus sekolah. Kami akan terus kawal,” tukasnya. (zen)
Sumber: