Bocoran Dua Model Samsung Galaxy Glasses dengan Kode 'Jinju' dan 'Haean'

Bocoran Dua Model Samsung Galaxy Glasses dengan Kode 'Jinju' dan 'Haean'

Bocoran Dua Model Samsung Galaxy Glasses dengan Kode 'Jinju' dan 'Haean'. Foto: Pinterest/ Rakyatcirebon.disway.id--

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Setelah sukses menggebrak pasar melalui ponsel lipat dan ekosistem wearable yang solid, Samsung nampaknya siap memacu adrenalin di lintasan teknologi baru: kacamata pintar.

Kabar mengenai ambisi raksasa teknologi asal Korea Selatan ini bukan lagi sekadar rumor, melainkan mulai mengerucut pada dua nama kode internal yang cukup menarik perhatian, yakni 'Jinju' dan 'Haean'.

Langkah ini seolah menjadi jawaban atas tren kacamata pintar yang kembali memanas, terutama setelah pesaing di segmen ini mulai mendapatkan momentum.

Namun, alih-alih merilis satu produk serbaguna, Samsung dikabarkan mengambil strategi dua jalur dengan karakteristik teknis yang berbeda secara fundamental.

Jinju: Si Gesit Penantang Meta Ray-Ban

Model pertama dengan kode 'Jinju' diposisikan sebagai perangkat yang ringan dan fungsional untuk penggunaan harian. Jika diibaratkan di dunia otomotif, Jinju adalah mobil daily drive yang ramping dan lincah.

Fokus utama dari model ini bukanlah pada tampilan visual di depan mata (AR), melainkan pada integrasi audio dan kecerdasan buatan (AI).

Spesifikasi yang beredar menunjukkan penggunaan chipset Qualcomm Snapdragon AR1, mesin yang sama dengan yang menggerakkan kacamata pintar populer saat ini.

Kekuatannya terletak pada kamera 12MP yang didukung oleh sensor Sony IMX681.

Dengan bobot yang diperkirakan hanya sekitar 50 gram, Jinju dirancang agar pengguna tidak merasa sedang memakai gadget, melainkan kacamata gaya biasa yang kebetulan memiliki "otak" pintar di dalamnya.

Tanpa layar fisik, interaksi pengguna akan bergantung pada perintah suara melalui asisten AI Gemini serta fitur audio yang imersif.

Haean: Varian High-Performance dengan Layar Micro-LED

Jika Jinju adalah unit harian, maka 'Haean' adalah varian high-performance atau "mobil konsep" yang siap diproduksi massal.

Perbedaan paling mencolok terletak pada penggunaan layar Micro-LED. Kehadiran layar ini mengubah fungsi kacamata dari sekadar asisten audio menjadi perangkat Augmented Reality (AR) murni.

Haean diprediksi akan mampu memproyeksikan informasi navigasi, notifikasi, hingga konten visual langsung ke mata pengguna.

Tentu saja, spesifikasi ini menuntut kapasitas baterai yang lebih besar dan manajemen suhu yang lebih kompleks.

Sumber: