Pemkab Dapat Sapi Kurban Prabowo, Bobotnya Tembus 1 Ton Lebih
Sapi jenis Simmental dipilih Prabowo untuk dikurbankan di Kabupaten Cirebon. Bobotnya lebih dari 1 ton. FOTO : ZEZEN ZAENUDIN ALI/RAKYAT CIREBON--
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Pemerintah Kabupaten Cirebon menerima bantuan sapi kurban dari Presiden RI, Prabowo Subianto. Hewan kurban jenis simmental itu, bobotnya mencapai 1,062 ton.
Sapi berukuran jumbo tersebut milik Abdul Aziz. Peternak asal Blok Al Muqoyim, Desa Tegalgubug, Kecamatan Arjawinangun. Dipelihara di kandang “Doa Ibu”. Usianya diperkirakan sekitar 4,5 tahun. Kini tengah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Dr Deny Nurcahya ST MSi melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Denny Nugraha menceritakan, sapi tersebut dibeli peternak dari Solo. Saat itu, usia sapi sekitar 1,5 tahun. Terus dipelihara secara intensif hingga mencapai bobot lebih dari satu ton.
“Perawatannya memang khusus. Pakan dan pola pemeliharaannya dijaga agar pertumbuhan sapi maksimal,” ujar Denny didampingi Pengawas Bibit Ternak Ahli Muda, Herman Syaiful Bahri SPT, Kamis (7/6).
Menurutnya, proses pembayaran sapi bantuan presiden baru akan dilakukan setelah seluruh tahapan pemeriksaan kesehatan selesai dan dinyatakan memenuhi syarat.
“Kalau seluruh hasil pemeriksaan lengkap dan sehat, baru proses administrasinya diselesaikan,” katanya.
Denny menjelaskan, sapi kurban bantuan presiden itu rencananya akan dikirim ke Masjid Agung Sumber pada H-1 Iduladha. Pihaknya saat ini masih terus berkoordinasi dengan panitia masjid terkait teknis pengiriman dan penurunan sapi.
Pasalnya, ukuran sapi yang sangat besar membutuhkan penanganan khusus agar tidak mengalami cedera sebelum disembelih.
“Karena bobotnya besar, proses pengiriman harus benar-benar hati-hati. Jangan sampai ada kesalahan saat penurunan yang justru membuat sapi terluka dan tidak layak dijadikan hewan kurban,” tuturnya.
Di sisi lain, Distan Kabupaten Cirebon juga terus melakukan pengawasan kesehatan hewan kurban di berbagai titik penjualan. Pemeriksaan dilakukan menyeluruh, mulai antemortem hingga postmortem.
BACA JUGA:Dishub Disorot Truk Besar Masih Leluasa Melintas di Jalan Ki Ageng Tapa
Selain pemeriksaan, petugas juga memberikan edukasi kepada panitia dan petugas pemotongan hewan, terkait tata cara pemeriksaan kesehatan hewan kurban.
“Kami terus melakukan sosialisasi agar petugas memahami standar kesehatan hewan kurban, baik sebelum maupun sesudah pemotongan,” terangnya.
Hewan kurban yang dinyatakan sehat nantinya akan mendapatkan Sertifikat Kelayakan Kesehatan Hewan Kurban (SKKHK) sebagai bukti resmi kelayakan.
Sumber: