Mengenal Apa Itu Hantavirus: Infeksi Paru-Paru yang Dibawa oleh Tikus

Mengenal Apa Itu Hantavirus: Infeksi Paru-Paru yang Dibawa oleh Tikus

Mengenal Apa Itu Hantavirus: Infeksi Paru-Paru yang Dibawa oleh Tikus. Foto: Pinterest/Rakyatcirebon.disway.id--

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Kehadiran tikus di dalam atau di sekitar rumah sering kali dianggap hanya sebagai pengganggu properti atau pencuri makanan di dapur. Namun, di balik pergerakannya yang gesit, tikus membawa ancaman kesehatan yang serius bagi manusia.

Salah satu yang paling berbahaya namun jarang dibicarakan secara mendalam adalah Hantavirus. Penyakit ini bukan sekadar flu biasa; ia bisa berkembang menjadi kondisi fatal yang menyerang sistem pernapasan secara mendadak.

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus merupakan keluarga virus yang menyebar terutama melalui hewan pengerat (rodensia).

Meskipun ada banyak jenis Hantavirus di seluruh dunia, jenis yang paling diwaspadai di kawasan Amerika dan mulai mendapat perhatian global adalah yang menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).

BACA JUGA:Kenali Gejala Hantavirus pada Manusia Sejak Dini dan Cara Mencegahnya

Di wilayah lain, seperti Asia dan Eropa, virus ini juga bisa memicu Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang fungsi ginjal.

Berbeda dengan virus flu atau COVID-19 yang menular antarmanusia melalui droplet, Hantavirus bersifat zoonosis. Artinya, virus ini berpindah dari hewan ke manusia.

Yang perlu digarisbawahi adalah manusia merupakan "inang terakhir"; virus ini umumnya tidak menular dari satu orang ke orang lain, melainkan murni akibat kontak dengan residu hewan pengerat.

Bagaimana Manusia Bisa Terinfeksi?

Proses penularan Hantavirus sering kali terjadi tanpa disadari. Virus ini hidup di dalam urin, kotoran, dan air liur tikus. Penularan paling umum terjadi melalui:

BACA JUGA:5 Gejala Hantavirus pada Manusia yang Wajib Anda Tahu

1. Inhalasi (Udara)

Ini adalah cara yang paling sering terjadi. Ketika kotoran atau urin tikus yang mengering di area berdebu, tersapu atau terganggu, partikel virus akan terbang ke udara. Saat Anda menghirup debu tersebut, virus masuk ke paru-paru.

2. Kontak Langsung

Menyentuh benda yang terkontaminasi virus kemudian menyentuh hidung, mulut, atau mata.

Sumber: