Sudah Damai Tapi Proses Tetap Lanjut, Oknum Penyidik Dilaporkan ke Propam

Sudah Damai Tapi Proses Tetap Lanjut, Oknum Penyidik Dilaporkan ke Propam

Emi Suhaemi (kanan), didampingi kuasa hukum memperlihatkan video yang menunjukkan kedua belah pihak sudah sepakat berdamai, namun proses tetap berlanjut. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKYAT CIREBON--

CIREBON - Emi Suhaemi seorang perempuan berusia 60 tahun tak kuat menahan kesedihan, karena saat ini, sang anak, R (23) ditahan oleh kepolisian. 

Didampingi, kuasa hukumnya, Agus Prayoga, Emi menceritakan bahwa banyak hal yang janggal perihal penangkapan anaknya. 

Memulai ceritanya, Emi menyampaikan bahwa perkara yang melibatkan putranya ini bermula sekitar akhir 2025 lalu, sekelompok orang, termasuk anaknya nongkrong yang berujung pesta minuman keras di wilayah Cirebon.

BACA JUGA:Waspada Lonjakan Kasus ISPA, Kemenkes Beberkan Penyakit Langganan Musim Kemarau

Tak hanya di Cirebon, rombongan tersebut berpindah tempat hingga akhirnya bermalam di wilayah Rajagaluh, Majalengka. 

Saat itulah, dalam tidak sadar, diduga terjadi peristiwa yang kemudian dilaporkan sebagai dugaan tindak asusila terhadap salah satu teman wanita yang masih dibawah umur. R pun terseret didalamnya, yang diduga menjadi salah satu pelaku. 

Kejanggalan pertama, disebutkan Emi, pihak kepolisian hanya menetapkan satu orang, yakni R sebagai tersangka, padahal banyak pihak lain yang juga diduga terlibat.

BACA JUGA:Bunda Forum Anak Daerah Dorong Siswa Kota Cirebon Terus Berkarya

Setelah itu, Emi pun berupaya menempuh jalan damai, sampai pada Desember 2025, kedua belah pihak sepakat dengan uang damai sebesar 50 juta. 

Namun meskipun sebagian sudah ditunaikan, pihak pelapor tak juga mencabut laporannya sampai saat ini. 

Emi pun sempat memperlihatkan momen dimana kedua belah pihak bertemu dan bersepakat untuk berdamai. 

BACA JUGA:Kenapa Masih Sering Hujan Padahal Sudah Masuk Musim Kemarau? Ini Penjelasan Resmi BMKG

"Sudah ada kesepakatan damai, anak saya memang salah, tapi kan sudah ada perdamaian dengan keluarga korban, tapi kenapa perkara ini tetap lanjut?" tanya Emi yang tak kuat menahan tangis.

Untuk memenuhi kesepakatan damai tersebut, lanjut Emi, ia sampai menjual motor hingga warung yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian keluarganya.

Sumber: