OJK Cirebon Dorong Kemandirian Ekonomi Desa Paninggaran Lewat Program PINTAR
DUKUNGAN. OJK Cirebon berkomitmen penuh dalam memajukan perekonomian pedesaan. Langkah nyata ini diwujudkan melalui gelaran FGD Program PINTAR untuk Desa Paninggaran, Kabupaten Kuningan, yang berlangsung di Aula Pangeran Cakrabuana, Kantor OJK Cirebon. --
CIREBON – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon berkomitmen penuh dalam memajukan perekonomian pedesaan. Langkah nyata ini diwujudkan melalui gelaran Focus Group Discussion (FGD) Program PINTAR (Pemerataan Ekonomi Rakyat) untuk Desa Paninggaran, Kabupaten Kuningan, yang berlangsung di Aula Pangeran Cakrabuana, Kantor OJK Cirebon.
Forum strategis ini mengintegrasikan peran pemerintah pusat, pemda, regulator, pelaku industri keuangan, BUMN, hingga BUMD demi menciptakan ekosistem desa yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Solusi Nyata
Sejumlah tokoh penting hadir dalam diskusi ini, di antaranya Dr. Erdirio, S.E., M.M. (Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan Kemenko Perekonomian RI), Wihujeng Ayu Rengganis (Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon), Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn. (Wakil Bupati Kuningan) serta perwakilan Kementerian Keuangan dan Asisten Daerah Provinsi Jawa Barat.
Desa Paninggaran sebenarnya memiliki potensi ekonomi yang besar karena lokasinya dekat dengan objek wisata unggulan, Waduk Darma. Keunggulan geografis ini berpeluang besar mendongkrak omzet UMKM lokal. Namun pada realitanya, UMKM di sana belum berkembang optimal dan warganya masih sangat bergantung pada bantuan sosial (bansos).
Menyikapi ketimpangan tersebut, OJK Cirebon bergerak cepat melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Mereka mengucurkan program edukasi keuangan secara masif yang menyasar berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, pelaku usaha mikro, hingga pelajar.
Mengubah Mentalitas Pasif Menjadi Mandiri
Plh Kepala OJK Cirebon, Tesar Pratama menjelaskan bahwa agenda ini bukan sekadar formalitas untuk mengejar target angka inklusi keuangan.
"Tantangan utama saat ini bukan lagi soal ketersediaan produk keuangan, melainkan bagaimana masyarakat bisa menggunakannya dengan tepat. Kami ingin mengubah mentalitas ketergantungan menjadi kemandirian ekonomi, sehingga warga bisa mengelola potensi desanya sendiri," ungkapnya.
Senada dengan hal itu, Asisten Deputi Kemenko Perekonomian, Dr. Erdirio, menambahkan bahwa Program PINTAR merupakan contoh nyata bagaimana sinergi lintas sektor dapat memperkuat masyarakat desa lewat kombinasi edukasi, akses modal, serta pendampingan usaha yang kontinu.
Pelajar sebagai Agen Perubahan Finansial
Sebagai strategi jangka panjang untuk memutus rantai ketergantungan ekonomi, OJK Cirebon membidik para pelajar sejak dini. Generasi muda dibekali pemahaman dasar mengenai kebiasaan menabung dan perencanaan keuangan sederhana, pengenalan produk keuangan yang legal dan aman, serta proteksi diri dari jebakan investasi bodong dan pinjaman online (pinjol) ilegal.
Lewat langkah ini, pelajar diharapkan tidak hanya cerdas finansial bagi diri sendiri, tetapi juga bisa menjadi agen literasi keuangan di lingkungan keluarga mereka.
Komitmen Berkelanjutan Pemkab Kuningan dan OJK
Sumber: