5 Amalan Utama di Hari Tasyrik yang Sayang untuk Dilewatkan

5 Amalan Utama di Hari Tasyrik yang Sayang untuk Dilewatkan

5 Amalan Utama di Hari Tasyrik yang Sayang untuk Dilewatkan. Foto: Pinterest/Rakyatcirebon.disway.id--

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Momen Idul Adha tidak serta-merta usai begitu salat Id dan penyembelihan hewan kurban di hari pertama selesai.

Bagi umat Muslim, nuansa perayaan dan ladang pahala ini sebenarnya masih membentang selama tiga hari ke depan. Waktu paruh kedua setelah lebaran kurban inilah yang kita kenal dengan sebutan hari tasyrik.

Secara kalender hijriah, hari tasyrik jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 bulan Dzulhijjah. Rasulullah SAW bahkan secara khusus menyebut hari-hari ini sebagai waktu untuk makan, minum, dan berzikir kepada Allah SWT.

Mengingat pentingnya waktu yang singkat ini, sangat disayangkan jika kita melewatinya begitu saja tanpa diisi dengan ibadah. Mari simak informasi mengenai lima amalan utama di hari tasyrik yang wajib Anda ketahui berikut ini.

BACA JUGA:Pemuda di Kota Cirebon Bersihkan Masjid Merah Kedung Menjangan, Angkat Potensi Wisata Religi dan Sejarah

1. Memperbanyak Zikir dan Bertakbir

Salah satu amalan paling mendasar sepanjang hari tasyrik adalah melantunkan zikir, terutama takbir mutlak dan muqayyad.

Selepas melaksanakan salat fardu lima waktu, kita sangat dianjurkan untuk tidak langsung beranjak, melainkan menggemakan takbir sebagai bentuk pujian dan rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.

Selain setelah salat, Anda juga bisa membasahi lidah dengan zikir saat sedang beraktivitas santai, seperti saat berjalan kaki atau ketika sedang berkumpul bersama sanak saudara di rumah.

2. Menyembelih Hewan Kurban bagi yang Mampu

Bagi Anda yang mungkin belum sempat menyembelih hewan kurban pada tanggal 10 Zulhijah karena kendala waktu atau antrean di panitia setempat, jangan berkecil hati.

BACA JUGA:Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026, Lengkap dengan Tata Cara Melaksanakannya

Hari tasyrik merupakan waktu perluasan yang sah untuk melaksanakan ibadah kurban.

Batas akhir penyembelihan kurban ini membentang hingga runtuhnya matahari di tanggal 13 Zulhijah.

Memanfaatkan momen ini tidak hanya menjadi bukti ketakwaan, tetapi juga menjadi sarana untuk berbagi kebahagiaan dengan kaum duafa melalui distribusi daging kurban yang merata.

3. Menikmati Hidangan dan Menjaga Silaturahmi

Ada satu aturan unik yang membedakan hari tasyrik dengan hari-hari biasa dalam Islam: kita diharamkan untuk berpuasa.

Sumber: