Jonatan Christie Gugur di Partai Pembuka Singapore Open 2026

Jonatan Christie Gugur di Partai Pembuka Singapore Open 2026

Jonatan Christie Gugur di Partai Pembuka Singapore Open 2026. Foto: Djarum Badmiton/ Rakyatcirebon.disway.id--

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Kejutan pahit harus diterima skuad bulu tangkis Indonesia di hari pertama turnamen KFF Singapore Open 2026.

Tunggal putra andalan Merah Putih, Jonatan Christie, dipaksa menyudahi langkahnya lebih awal setelah menelan kekalahan mengejutkan di partai pembuka yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium.

Turun sebagai salah satu pemain yang diunggulkan, Jonatan sebenarnya memulai laga dengan kepercayaan diri tinggi.

Pada gim pertama, pemain yang akrab disapa Jojo ini sempat menunjukkan dominasinya lewat penempatan bola yang menyulitkan dan permainan net yang cukup taktis.

BACA JUGA:Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini 27 Mei 2026 Tembus ke Level Rp17.794, Menkeu Purbaya Buka Suara

Kejar-mengejar angka sempat terjadi sebelum interval, namun Jojo berhasil mengamankan gim pertama dengan keunggulan 21-10.

Memasuki gim kedua, kendali permainan justru beralih. Lawan yang mulai membaca pola permainan Jojo perlahan bangkit dan meningkatkan intensitas serangan. Tekanan demi tekanan yang dilancarkan musuh membuat Jojo kerap melakukan kesalahan sendiri (unforced errors).

Ketegangan meningkat saat Jojo terus tertinggal jauh di paruh kedua gim ini, hingga akhirnya harus merelakan gim kedua lepas dengan skor 12-21.

Laga penentuan di gim ketiga berjalan semakin dramatis. Jojo sempat mencoba mengubah strategi dengan bermain lebih sabar dan mengandalkan reli panjang.

BACA JUGA:Dukung Komunitas Lari, bank bjb Buka Akses Slot Dieng Caldera Race 2026

Skor kedua pemain sempat kembar di angka-angka kritis pasca-interval. Namun, momentum kemenangan tampaknya berada di pihak lawan yang tampil lebih agresif di poin-tua.

Smes keras yang gagal diantisipasi dengan sempurna akhirnya menyudahi perlawanan Jojo di gim penentu dengan skor ketat 18-21.

Kekalahan di babak 32 besar ini menjadi pukulan telak bagi sektor tunggal putra Indonesia di ajang berlevel BWF Super 750 ini.

Berdasarkan laporan teknis pasca-pertandingan, kendali atas hembusan angin di dalam arena serta konsistensi fokus di poin-poin kritis menjadi evaluasi utama dari performa Jojo kali ini.

Sumber:

Berita Terkait