Panduan Rangkaian Prosesi Hari Raya Waisak di Candi Borobudur

Panduan Rangkaian Prosesi Hari Raya Waisak di Candi Borobudur

Panduan Rangkaian Prosesi Hari Raya Waisak di Candi Borobudur. Foto: Pinterest/ Rakyatcirebon.disway.id--

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Candi Borobudur kembali menjadi pusat spiritual bagi umat Buddha dari penjuru dunia untuk merayakan perayaan puncak Tri Suci Waisak 2570 BE yang jatuh pada hari Kamis, 4 Juni 2026.

Monumen megah di Magelang, Jawa Tengah ini menyuguhkan atmosfer yang magis melalui perpaduan sakralnya doa, tradisi berjalan kaki ratusan kilometer para biksu (Thudong), hingga festival lampion yang selalu dinantikan.

Bagi Anda yang berencana hadir secara langsung, baik sebagai umat yang ingin beribadah secara khusyuk maupun wisatawan yang menghargai keragaman budaya, memahami rangkaian upacara resmi sangatlah penting.

Bersumber dari agenda resmi InJourney dan Walubi, berikut adalah panduan lengkap rangkaian prosesi Waisak di Candi Borobudur yang perlu Anda ketahui.

BACA JUGA:Tanggal Resmi Hari Raya Waisak 2570 BE dan Aturan Cuti Bersamanya

Pengambilan Air Berkah dan Api Abadi (Pra-Acara)

Sebelum puncak perayaan dimulai, terdapat prosesi penyucian spiritual yang melibatkan simbol-simbol alam.

Para biksu melakukan ritual pengambilan Air Berkah di Umbul Jumprit, Temanggung, serta pengambilan Api Abadi dari Mrapen, Grobogan.

Kedua elemen suci ini kemudian diarak dan disemayamkan terlebih dahulu di Candi Mendut sebelum dibawa menuju Candi Borobudur pada hari puncak.

Kirab Parade Budaya dan Detik-Detik Waisak

Puncak upacara keagamaan berlangsung bertepatan dengan fase bulan purnama (Purnama Sidhi). Rangkaian utama dimulai sejak dini hari dengan prosesi ritual keagamaan, yang kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan kolosal:

BACA JUGA:Cara Membeli Saham BBRI Secara Online Lewat Aplikasi untuk Pemula

  1. Kirab Waisak (Pukul 12:00 WIB): Prosesi jalan kaki massal dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur. Barisan kirab ini membawa Air Berkah, Api Abadi, kitab suci, serta relik Sang Buddha. Kirab budaya ini juga diramaikan oleh ratusan biksu yang memercikkan air berkah, barisan mobil hias, hingga marching band. Oleh karena itu, jalur lalu lintas dari Candi Mendut menuju Borobudur biasanya akan ditutup situasional selama kirab berlangsung.
  2. Detik-Detik Waisak (Pukul 15:44 WIB): Ini merupakan inti dari seluruh perayaan ritual Waisak. Umat Buddha akan berkumpul di area pelataran candi untuk melakukan pembacaan paritta, doa bersama, dan meditasi dalam keheningan total guna memperingati tiga peristiwa suci: lahirnya Pangeran Siddharta, pencapaian Penerangan Agung menjadi Buddha, dan Parinibbana. Setelah itu, ritual dilanjutkan dengan Pradaksina (mengitari candi searah jarum jam).

Malam Lampion: Pelepasan Lentera Perdamaian

Momen yang paling ditunggu oleh masyarakat luas adalah Malam Lampion atau Pelepasan Lentera Perdamaian yang berpusat di Lapangan Marga Utama dan Taman Lumbini.

Diadakan dalam suasana hening dan syahdu, ribuan lampion diterbangkan ke langit malam sebagai simbol melepas kegelapan batin serta membawa pesan kedamaian bagi dunia.

Pelepasan lampion ini dibagi menjadi dua gelombang untuk mengurai kepadatan pengunjung:

  • Sesi 1: Pukul 18:00 – 19:00 WIB (Open gate mulai pukul 16:00 WIB).
  • Sesi 2: Pukul 22:00 – 23:00 WIB (Open gate mulai pukul 21:00 WIB), yang juga dimeriahkan dengan pertunjukan drone show.

Masyarakat umum dapat mengikuti sesi ini dengan membeli tiket resmi pra-acara yang mencakup lampion dan kartu harapan (wishing card).

Sumber: