Pengurus Fatayat Bidik Perang Digital hingga Perlindungan Perempuan
DIKUKUHKAN. PC Fatayat NU Kabupaten Cirebon resmi dikukuhkan. Langsung membidik perang digital hingga perlindungan perempuan. FOTO : IST/RAKYAT CIREBON--
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Cirebon periode 2025-2030 resmi dikukuhkan, kemarin (18/7). Usai pengukuhan, pengurus langsung mematok agenda besar.
Penguatan dakwah digital, perlindungan perempuan dan anak, hingga pemberdayaan ekonomi kader.
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Cirebon, Najhah Barnamij, menegaskan tantangan organisasi kini bukan hanya menjaga tradisi. Fatayat juga dituntut mampu menjawab persoalan sosial yang terus berkembang.
"Kami tidak ingin hanya berbicara perubahan. Fatayat akan menggerakkan perubahan mulai dari desa, kecamatan hingga kabupaten," tegas Najhah.
BACA JUGA:Diduga Kelabui Aturan dengan Mengatasnamakan PMA, Proyek Pabrik Alas Kaki di Gebang Jadi Sorotan
Ia menyiapkan empat arah gerakan utama. Fatayat menjadi pelindung keluarga, motor perubahan sosial, penjaga nilai Aswaja, sekaligus ruang pemberdayaan perempuan.
Komitmen itu diterjemahkan dalam sejumlah program prioritas. Penguatan PAC dan ranting menjadi fondasi utama. Setelah itu, organisasi fokus pada perlindungan perempuan dan anak, advokasi lingkungan, penguatan ekonomi kader, serta dakwah digital berbasis Aswaja An-Nahdliyah.
Isu transformasi digital menjadi perhatian serius. Fatayat menilai ruang digital kini menjadi arena baru perebutan pengaruh. Karena itu, kader perempuan dituntut tidak hanya aktif di lapangan, tetapi juga mampu mengisi ruang digital dengan dakwah yang moderat dan mencerahkan.
Pelantikan juga diwarnai aksi sosial. PC Fatayat NU Kabupaten Cirebon menyerahkan Al-Qur'an Braille kepada penyandang disabilitas netra melalui Dinas Sosial Kabupaten Cirebon sebagai bentuk komitmen terhadap pendidikan keagamaan yang inklusif.
BACA JUGA:Ratusan Motor Setiap Hari, Pendapatan Parkir Pasar Gunungsari Masuk Kemana???
Ketua Bidang Pendidikan PP Fatayat NU, Nayla Saida Anwar, mengingatkan pelantikan bukan sekadar pergantian kepengurusan. Menurutnya, justru di titik itu pengabdian organisasi dimulai.
Ia menilai Cirebon memiliki tanggung jawab besar menjaga warisan ulama. Dakwah harus tetap ramah, tetapi mampu menjawab tantangan zaman.
"Slogan tidak akan berarti tanpa konsolidasi. Fatayat juga harus menjadi mitra pemerintah dalam pendidikan, keadilan sosial, hingga pencegahan stunting," katanya.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim Syaerozie, meminta seluruh gerak Fatayat tetap sejalan dengan visi PCNU. Pengembangan jaringan hingga tingkat ranting harus dibarengi peningkatan kualitas kader.
Sumber: