HMI Dorong Transformasi Digital jadi Pondasi Indonesia Emas 2045
HMI Cabang Cirebon mendorong penguatan literasi digital melalui National Public Discussion, kemarin. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKYAT CIREBON--
CIREBON - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cirebon mendorong transformasi digital tidak hanya dimaknai sebagai percepatan adopsi teknologi, tetapi juga sebagai pondasi pembangunan nasional yang mampu memperkuat tata kelola media, ekonomi digital, UMKM, serta melahirkan kepemimpinan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
Komitmen tersebut mengemuka dalam National Public Discussion bertajuk 'Transformasi Digital sebagai Katalis Pembangunan Nasional: Memperkuat Ekosistem Media, UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Kepemimpinan Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045' yang digelar HMI, kemarin.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Akbarshah Fikarno Laksono bersama Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman hadir sebagai keynote speaker.
BACA JUGA:Disdukcapil Rekam Wajib KTP Pemula di SLBN Budi Utama
Ketua Umum HMI Cabang Cirebon, M Akramul Farhan mengungkapkan bahwa HMI akan terus mengambil peran sebagai organisasi kader yang aktif mengawal arah pembangunan bangsa melalui penguatan kapasitas generasi muda.
"Mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton perkembangan teknologi. HMI ingin memastikan kader-kadernya hadir sebagai penggerak literasi digital, pencipta inovasi, sekaligus mitra kritis pemerintah dalam mengawal kebijakan publik agar transformasi digital benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat dan menjadi pondasi menuju Indonesia Emas 2045," tegas Farhan.
Sebagai keynote speaker, Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman menekankan bahwa percepatan transformasi digital harus berjalan beriringan dengan pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
BACA JUGA:Ramai Dugaan Pungli di Sekolah Negeri, Walikota Diminta Turunkan Inspektorat untuk Audit
Maka dari itu, penguatan-penguatan kapasitas dan kualitas SDM perlu terus dilakukan, agar terbentuk SDM unggul untuk Indonesia yang lebih baik.
"Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Kita terus mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, dunia usaha, dan masyarakat agar digitalisasi mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat UMKM, membuka peluang ekonomi baru, serta melahirkan SDM yang siap bersaing di tingkat global," ucap Agus.
Sementara itu, dari sisi kebijakan nasional, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Akbarshah Fikarno Laksono menjelaskan bahwa ruang digital kini telah menjadi infrastruktur sosial baru.
BACA JUGA:Wabup Jigus Ajak Kuwu Teladani Semangat Mbah Kuwu Sangkan
"Kemajuan teknologi ini tidak bisa ditolak, harus kita sambut dengan positif," ungkap Dave.
Dengan jumlah pengguna internet Indonesia yang mencapai 229,4 juta orang, atau 80,66 persen dari total penduduk, lanjut Dave, diperlukan tata kelola media dan ruang siber yang sehat, aman, serta berpihak pada kepentingan nasional.
Sumber: