UIN Siber Cirebon Hadirkan Pembelajaran Al-Qur’an Berbasis Smart Qur’anic Learning

UIN Siber Cirebon Hadirkan Pembelajaran Al-Qur’an Berbasis Smart Qur’anic Learning

UIN Siber Cirebon Hadirkan Pembelajaran Al-Qur’an Berbasis Smart Qur’anic Learning-ISTIMEWA/RAKYAT CIREBON-

CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID– UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tutor Ma’had Al Jami’ah bertema “Membumikan Al-Qur’an melalui Internalisasi Nilai-nilai Qur’ani dalam Pembelajaran” yang berlangsung pada 20–22 Juli 2026 di Grage Sangkan Hotel, Kabupaten Kuningan.

Kegiatan yang diikuti oleh 112 tutor Ma’had Al Jami’ah tersebut menjadi bagian dari strategi kampus dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya para tutor yang memiliki peran penting sebagai pendamping pembelajaran Al-Qur’an sekaligus pembina karakter mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, para tutor memperoleh penguatan kompetensi akademik, metodologi pembelajaran, pendekatan spiritual, serta strategi pedagogis yang relevan dengan kebutuhan pendidikan Islam di era digital.

Memasuki sesi ketiga, suasana bimtek semakin dinamis dengan hadirnya Pengasuh Pondok Pesantren Assalafi Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, KH. Lukman Hakim, sebagai narasumber dalam sesi Refreshment Tutor PPTQ.

Kegiatan yang dipandu oleh H. Ismail, M.Si., selaku Muwajih Bidang Kerja Sama dan Kesantrian Ma’had Al Jami’ah tersebut mengangkat tema Smart Qur’anic Learning, sebuah pendekatan pembelajaran Al-Qur’an yang sistematis, terukur, dan berorientasi pada capaian kompetensi.

Dalam paparannya, KH. Lukman Hakim menjelaskan pentingnya roadmap pembelajaran Al-Qur’an yang terstruktur bagi mahasiswa.

"Pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan perguruan tinggi harus memiliki arah yang jelas, indikator keberhasilan yang terukur, serta metode yang mampu meningkatkan motivasi belajar mahasiswa,” jelasnya.

Menurutnya, proses pembinaan mahasiswa harus berjalan secara bertahap dan berkesinambungan, mulai dari diagnostik kemampuan awal, tahsin fundamental, tahfizh intensif, muraja’ah, sertifikasi kompetensi, hingga mahasiswa dinyatakan lulus dan diwisuda sebagai bagian dari capaian pembelajaran Al-Qur’an.

"Proses pembinaan mahasiswa harus berjalan secara bertahap dan berkesinambungan, mulai dari diagnostik kemampuan awal, tahsin fundamental, tahfizh intensif, muraja’ah, sertifikasi kompetensi, hingga mahasiswa dinyatakan lulus dan diwisuda sebagai bagian dari capaian pembelajaran Al-Qur’an,” ujarnya.

KH. Lukman Hakim menambahkan bahwa konsep Smart Qur’anic Learning dibangun melalui tiga pilar utama, yakni tradisi pembelajaran Al-Qur’an, evidence based learning, serta hasil pembelajaran yang terukur.

Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada proses, tetapi juga memastikan setiap mahasiswa mencapai kompetensi yang telah ditetapkan.

"Melalui pendekatan Smart Qur’anic Learning, kami ingin memastikan bahwa pembelajaran Al-Qur’an tidak hanya berorientasi pada proses, tetapi juga menghasilkan capaian kompetensi yang terukur bagi setiap mahasiswa,” tambahnya.

Visi pembelajaran Al-Qur’an di Ma’had Al Jami’ah diarahkan untuk mewujudkan mahasiswa yang fasih membaca Al-Qur’an, menguasai ilmu tajwid secara benar, menghafal Juz 30 dengan mutqin, serta membudayakan tilawah, tadabbur, dan muraja’ah dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, lulusan pembinaan Al-Qur’an diharapkan memiliki kompetensi tahsin, tajwid dan fashahah, tahfizh Al-Qur’an, serta kemampuan tadabbur untuk memahami dan menghayati nilai-nilai Al-Qur’an.

Sumber:

Berita Terkait