Harga Sembako Naik, PDIP Salurkan 4.500 Paket Pangan
BERDESAKAN. Ribuan warga berdesakan demi mendapatkan paket sembako murah di GPM yang diselenggarakan PDI Perjuangan. FOTO : ZEZEN ZAENUDIN ALI/RAKYAT CIREBON--
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Kenaikan harga bahan pokok mulai menekan daya beli masyarakat. Selisih harga beberapa ribu rupiah kini menjadi penentu bagi banyak keluarga saat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi itu terlihat dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon di Desa Bakung Kidul, Kecamatan Jamblang, Senin 27 Juli 2026.
Ribuan warga memadati lokasi sejak pagi, demi mendapatkan sembako dengan harga di bawah pasar. Sebanyak 4.500 paket sembako disiapkan. Seluruhnya habis hanya dalam hitungan jam.
Antrean panjang pun tak terhindarkan. Warga memburu beras, telur, minyak goreng, tepung terigu hingga daging yang dijual dengan harga bersubsidi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon, Rudiana SE MAP mengatakan, kegiatan tersebut menjadi upaya membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok yang masih terjadi di pasaran.
"Ini kegiatan pasar murah di Kecamatan Jamblang, khususnya Desa Bakung Kidul," ujar Rudiana.
Menurutnya, selisih harga sejumlah komoditas cukup besar karena mendapat subsidi dari partai. Harga telur yang di pasaran berkisar Rp25 ribu hingga Rp26 ribu per kilogram dijual Rp20 ribu per kilogram.
"Selisihnya kita subsidi agar masyarakat bisa membeli dengan harga yang lebih murah," katanya.
Beras juga menjadi komoditas paling diminati. Beras SPHP dijual Rp53 ribu per kemasan, lebih rendah dibanding harga pasar sekitar Rp60 ribu.
Sementara beras premium kemasan lima kilogram dijual Rp55 ribu atau sekitar Rp11 ribu per kilogram.
"Harga itu jauh di bawah harga pasar yang berkisar Rp16 ribu per kilogram," katanya.
Rudiana menjelaskan, sebagian stok pangan berasal dari kerja sama dengan Bulog. Pelaksanaan pasar murah juga melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon yang memiliki jaringan pemasok bahan pangan.
Namun demikian, subsidi harga sepenuhnya berasal dari anggaran partai. "Kita bekerja sama dengan dinas karena mereka memiliki mitra supplier. Tetapi untuk subsidi harga kita anggarkan dari anggaran partai," jelasnya.
Sumber: