Longsor, Warga Sukagumiwang Tuntut Penanggulangan Permanen
BAHAYA. Tanah amblas dampak longsor tanggul Sungai Cimanuk mengamcam keselamatan warga di Desa/Kecamatan Sukagumiwang, Indramayu. FOTO: TARDIARTO AZZA--
INDRAMAYU - Sejak beberapa tahun terakhir, permukaan tanah tepi Sungai Cimanuk di Blok Gumiwang Utara, Desa/Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, terus mengalami longsor. Warga menuntut pemerintah dan pihak terkait untuk melakukan penanggulangan secara permanen.
Kondisi terparah terdapat di wilayah RW 04 dengan jumlah penduduk 373 Kepala Keluarga (KK). Longsoran juga sudah melebar ke tanah milik warga. Bahkan ada rumah yang nyaris tergerus pergerakan tanah tersebut.
"Kondisinya sudah seperti ini, sangat memprihatinkan. Yang pasti gak bisa tenang, selalu was-was," ungkap Ketua RW 04 Desa Sukagumiwang, Karman, Senin (3/8/2026).
Dikatakan, amblasnya tanah terjadi tidak hanya saat musim hujan, tapi juga ketika musim kemarau. Terlebih saat debit air Sungai Cimanuk naik. "Musim kemarau juga tanahnya tetap turun. Tanah ini amblesnya sudah dua sampai tiga meter, kalau di lokasi lain ada yang sampai lima meter. Dan ini tanah milik, bukan bantaran sungai," jelasnya.
Akibat kondisi itu, sedikitnya sudah ada 3 rumah warga yang terancam longsor. Adapun ancaman banjir luapan Sungai Cimanuk mencakup semua pemukiman.
Karman mengaku, kondisi itu sudah dilaporkan, namun respons pemerintah dan pihak terkait baru sebatas penanganan darurat. "Sudah dua kali ada penanganan, penanggulangan, tapi sifatnya darurat atau sementara. Harapan masyarakat sangat jelas, penanggulangannya harus permanen, apalagi paku bumi yang di sungai juga sudah hancur," ujarnya.
Amir, salah satu tokoh masyarakat setempat, juga mengamani pernyataan Karman. Bahkan ia meminta audiensi dengan pemerintah dan pihak terkait untuk menyampaikan bahwa penanganan harus segera dilakukan bersamaan dengan musim kemarau. "Jangan sampai musim hujan lagi, mumpung lagi kemarau harus segera dilakukan penanganan. Ini harusnya diperhatikan, karena kejadiannya dari tahun 2021," kata pria 49 tahun ini.
Salah satu pemilik rumah terancam longsor, Harun (37), mengeluhkan penanggulangan yang dilakukan pemerintah maupun pihak terkait. Saat ini, bagian belakang rumahnya baru saja ditambal dengan menggunakan kerucuk bambu dan satu truk tanah. "Ini biaya swadaya, kalau tidak begini yang rumahnya ambruk," tuturnya.
Jika pun harus direlokasi, Harun menyatakan bersedia. Namun sampai saat ini belum ada kepastian penanggulangan oleh pemerintah maupun pihak berwenang terkait Sungai Cimanuk. "Kalau suruh pindah disediakan tempatnya, relokasi, ya saya siap saja. Di sini sudah tidak aman," tandasnya. (tar)
Sumber: