Wawali: Kibarkan Bendera Kobarkan Semangat sampai Agustus Berakhir
Wakil Walikota Cirebon, Siti Farida Rosmawati saat menjadi inspektur pada upacara penurunan bendera merah putih. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKYAT CIREBON--
CIREBON - Setelah Walikota Cirebon Effendi Edo bertindak sebagai inspektur upacara pada pengibaran bendera merah putih, sore hari, giliran Wakil Walikota Cirebon, Siti Farida Rosmawati yang juga menjadi inspektur pada upacara penurunan bendera merah putih pada puncak HUT ke-81 Republik Indonesia tingkat Kota Cirebon, 17 Agustus kemarin.
Usai upacara penurunan bendera, Rida, sapaan akrab Wakil Walikota Cirebon pun mengaku terharu atas khidmatnya upacara yang dilangsungkan.
"Saya bangga, bahagia dan terharu, berbagai perasaan bercampur menyaksikan pasukan serta Paskibraka yang begitu semangat. Saya bangga bisa menjadi bagian dari upacara sakral ini," ungkap Rida.
BACA JUGA:Peringati HUT ke-81 RI, Bupati Imron: Persatuan Kunci Utama Pembangunan
Untuk Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) sendiri, lanjut Rida, ia melihat dan merasakan langsung perjuangan mereka, mulai dari saat seleksi, kemudian saat karantina, dimana saat itu ia sempat mengunjungi mereka, sampai saat hari kemerdekaan melaksanakan tugas berat untuk mengibarkan panji merah putih.
"Saya melihat perjuangan para Paskibraka selama beberpa bulan bekerja keras, sungguh-sungguh perjuangan ini, alhamdulillah membuahkan hasil. Tugas mereka selesai sampai penurunan ini. Semua sehat dan berbahagia," lanjut Rida.
Dijelaskan Rida, semua harus berbahagia di men HUT RI ini, semua harus mengisi kemerdekaan dengan berbagai kemeriahan.
Namun lebih jauh dari sekedar berbagai kemeriahan dengan lomba-lomba yang sudah menjadi kebiasaan, Rida ingin bersama masyarakat kembali menyelami makna perjuangan.
"Agustusan bukan sekadar lomba panjat pinang atau gerak jalan. Makna Agustusan adalah melakukan 'napak tilas perjuangan'. Dulu para pahlawan berjuang dengan darah, hari ini kita berjuang dengan kerja, gotong royong, dan persatuan," jelas Rida.
Bagi Kota Cirebon, yang terkenal dengan istilah Kota Wali, masih dijelaskan Rida, Agustusan adalah momentum untuk membaca diri.
BACA JUGA:Warga RW 08 Jagasatru Timur Ngadu ke Dewan, Ingin Maghrib Mengaji Jalan Lagi
"Kita bersama-sama 'Iqra', mengingat dan membaca keadaan kota, membaca kebutuhan warga, lalu bergerak bersama. Kemerdekaan akan terasa kalau warganya sehat, generasinya cerdas berkarakter, dan sejahtera. Serta bisa mengamalkan petuah Sunan Gunung Jati," tutur Rida.
Ditambahkan Rida, ia mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus meramaikan hari kemerdekaan dengan berbagai kemeriahan hingga bulan Agustus berakhir.
Sumber: