RSUD Waled dan RSUD Arjawinangun Tersaingi Rumah Sakit Swasta

RSUD Waled dan RSUD Arjawinangun Tersaingi Rumah Sakit Swasta

JELASKAN. Sekretaris Komisi II, Aan Setyawan mendorong agar Pemkab memperkuat daya saing RSUD Arjawinangun dan RSUD Waled dengan RS swasta. Caranya, melalui penguatan tenaga dokter spesialis. FOTO : ZEZEN ZAENUDIN ALI/RAKYAT CIREBON--

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Persaingan rumah sakit umum daerah (RSUD) dengan rumah sakit swasta di Kabupaten Cirebon semakin ketat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD Kabupaten Cirebon. Pemerintah daerah didorong memperkuat daya saing RSUD Arjawinangun dan RSUD Waled. Caranya, melalui penguatan tenaga dokter spesialis.

Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Aan Setyawan SSi mengatakan, keberadaan dokter spesialis menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas pelayanan rumah sakit daerah.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memperhatikan kesejahteraan dokter spesialis. Sebab, rumah sakit swasta memiliki kemampuan memberikan insentif yang lebih tinggi.

“Dokter spesialis ini harus kita perhatikan kesejahteraannya. Jangan sampai karena ada tawaran insentif yang lebih tinggi dari rumah sakit swasta, mereka kemudian memilih pindah,” ujar Aan, Selasa (25/8).

Persaingan tersebut, kata Aan, cukup terasa di RSUD Arjawinangun. Rumah sakit milik Pemkab Cirebon itu berada di kawasan dengan perkembangan fasilitas kesehatan swasta yang cukup pesat.

Bahkan, RSUD Arjawinangun dikelilingi belasan rumah sakit swasta. Kondisi itu membuat persaingan mendapatkan pasien semakin ketat.

Persoalan tenaga dokter spesialis juga bukan sekadar kekhawatiran. Pada 2026, tunjangan kelangkaan bagi puluhan dokter spesialis RSUD Arjawinangun sempat belum dibayarkan sejak Januari. 

BACA JUGA:Anggaran Hydrant RSUD Waled Jadi Sorotan Dewan, Baru Masuk 2026

Penyebabnya persoalan administrasi dan belum terbitnya regulasi yang menjadi dasar pembayaran. Kondisi tersebut perlu segera dibenahi agar RSUD tetap memiliki daya tarik bagi dokter spesialis. 

Terlebih, keberadaan dokter spesialis berhubungan langsung dengan kelengkapan layanan yang dapat diberikan kepada masyarakat.

Aan menyebut kondisi serupa perlu diantisipasi di RSUD Waled. Rumah sakit tersebut menjadi salah satu fasilitas rujukan masyarakat di wilayah Cirebon Timur.

RSUD Waled sendiri saat ini memiliki layanan dokter spesialis. Antara lain penyakit dalam, bedah umum, THT, ortopedi, bedah saraf, mata, anestesi, anak, kebidanan dan kandungan, paru, saraf, jiwa, kulit dan kelamin, rehabilitasi medik serta urologi.

Karena itu, DPRD mendorong agar pemerintah daerah tidak hanya meningkatkan fasilitas rumah sakit. Penguatan kesejahteraan tenaga medis, khususnya dokter spesialis, juga harus menjadi bagian dari strategi menghadapi persaingan dengan rumah sakit swasta.

Sumber: