RSD Gunung Jati Buka Poli Gineko Onkologi
Walikota Cirebon, Effendi Edo meresmikan poli Gineko Onkologi di RSD Gunung Jati, Senin (31/8). FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKYAT CIREBON--
CIREBON - Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon meresmikan layanan baru yang menjadi inovasi baru dalam pelayanan kesehatan.
Senin (31/8), Walikota Cirebon, Effendi Edo meresmikan layanan poli Gineko Onkologi yang khusus menangani kanker kandungan di RS yang menjadi rujukan di wilayah III tersebut.
Di wilayah Ciayumajakuning, RSD Gunung Jati menjadi rumah sakit yang pertama menyediakan pelayanan Gineko Onkologi.
BACA JUGA:Cara Membuat Portofolio Kerja Menarik yang Langsung Dilirik HRD
Direktur RSD Gunung Jati, dr Katibi mengungkapkan, dalam ilmu kedokteran, perkembangan terus terjadi, sehingga pelayanannya pun teeus diperbaharui, termasuk di bidang sub spesialis Gineko Onkologi, yang mempertemukan dua spesialis, antara spesialis ginekologi atau organ reproduksi wanita dengan onkologi atau kanker.
"Perkembangan itu dipicu satu pengetahuan, yang kedua kebutuhan masyarakat. Ini dua-duanya ada titik temu, yaitu pelayanan Gineko Onkologi," ungkap Katibi.
Dijelaskan Katibi, bidang obstetri dan ginekologi (obgyn) terus mengalami perkembangan dengan munculnya berbagai subspesialisasi.
BACA JUGA:Cara Mengatasi HP Lemot dan Memori Penuh Tanpa Hapus Aplikasi
Di bidang tersebut, setelah RSD Gunung Jati memiliki layanan subspesialis fetomaternal, kali ini menyusul dilengkapi dengan Gineko Onkologi.
"Kita di obgyn sebelumnya sudah ada subspesialisasi fetomaternal, dan sekarang menyusul lagi Gineko Onkologi," jelas Katibi.
Poli Gineko Onkologi ini menambah lengkap pelayanan untuk menangani berbagai persoalan kesehatan perempuan.
BACA JUGA:Rekomendasi Situs Cari Kerja Remote Gaji Dollar untuk Pemula
Selama ini, pelayanan Gineko Onkologi bagi masyarakat di wilayah Cirebon dan sekitarnya banyak bertumpu pada Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) di Bandung.
Jarak tempuh yang relatif jauh, sekitar dua hingga tiga jam perjalanan, ditambah tingginya jumlah pasien dari berbagai daerah, membuat akses terhadap pelayanan tersebut tidak selalu mudah.
Sumber: