PD Pasar Punya Piutang 1,3 Milyar, Komisi II Dorong Pelibatan APH

PD Pasar Punya Piutang 1,3 Milyar, Komisi II Dorong Pelibatan APH

Komisi II DPRD Kota Cirebon saat rapat dan memberikan treatment kepada Perumda Pasar Berintan, Selasa (15/9). FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKYAT CIREBON--

CIREBON - Ditengah kondisi Perumda Pasar Berintan yang terus mencoba bangkit dengan hadirnya jajaran direksi yang baru, ternyata ada potensi pendapat yang cukup tinggi berupa piutang perusahaan.

Piutang perusahaan yang nilainya diatas 1 milyar tersebut terkuak saat Komisi II DPRD Kota Cirebon memberikan treatment dalam rapat pada Selasa (15/9). 

Dari informasi dan data yang berkembang dalam rapat, total Perumda Pasar Berintan memiliki piutang senilai Rp.1.326.385.000 yang bisa dikonversi menjadi sumber pendapatan perusahaan. 

BACA JUGA:Waspada Modus Penipuan Tiket Online dengan PayLater

1,3 milyar piutang PD Pasar tersebut, berasal dari pihak ketiga yang belum menunaikan kewajiban pembayaran sewanya, baik di sektor perparkiran maupun sewa lapak. 

Direktur Utama Perumda Pasar Berintan, Iyan Rahadian mengungkapkan bahwa dalam satu setengah bulan setelah ia dilantik, beberapa gebrakan sudah mulai dilakukan, termasuk memetakan berbagai potensi pendapatan perusahaan, termasuk piutang yang nilainya mencapai 1,3 milyar itu. 

Disebutkan Iyan, saat ini ada 11 pasar yang berada dibawah kewenangan Perumda Pasar Berintan, yakni Pasar Jagasatru, Pasar Kanoman, Pasar Kramat, Pasar Gunungsari, Pasar Pagi, Pasar Perumnas, PPH Harjamukti, Pasar Drajat, Pasar Balong, Pasar Panjunan dan Pasar Pronggol. 

BACA JUGA:Menanti Sensasi Berburu 2 Juta Judul Buku di Cirebon, Big Bad Wolf Books Hadirkan Diskon Hingga 90%

Tiga pasar diantaranya masih ada dibawah pengelolaan pihak ketiga dengan sistem BOT, yakni Pusat Perdagangan Harjamukti , GTC dan PGC lantai 2.

Untuk pedagang, saat ini data di Perumda mencatat ada 4.475 pedagang, sehingga memang okupansi pasar ini masih rendah. 

"Masing-masing punya persoalan berbeda, tapi kita mencoba untuk memaksimalkan semua potensi yang ada," lanjut Iyan. 

BACA JUGA:Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 15 September Melemah ke Rp17.686 per Dolar AS

Kedepan, melalui berbagai terobosan yang akan dilakukan, Iyan berkomitmen untuk menjadikan pasar sebagai mesin PAD di Kota Cirebon. 

Meskipun kondisi terakhir, PAD yang diberikan PD Pasar pada tahun 2025 hanya sekitar 304 juta, dari target yang dipasang 337 juta. 

"Untuk target 2026, kita ingin bisa memberikan deviden sebesar 403 juta, mudah-mudahan bisa kita kejar bahkan lebih," kata Iyan.

Sumber: