Gunung Santri Overload, Kubangdeleg Hanya Tampung 100 Ton Sampah per Hari

Gunung Santri Overload, Kubangdeleg Hanya Tampung 100 Ton Sampah per Hari

ARMADA ANTRE. Aktivitas pengangkutan sampah di TPA Gunung Santri Overload. FOTO: IST/RAKYAT CIREBON--

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Persoalan sampah di Kabupaten Cirebon kian berat. Produksi sampah per harinya 1.200 hingga 1.260 ton. Sementara kemampuan pengangkutan dan daya tampung tempat pemrosesan akhir (TPA) masih terbatas.

Kondisi itu terlihat dari dua TPA yang menjadi tumpuan penanganan sampah Kabupaten Cirebon. Yakni TPA Gunung Santri dan TPA Kubangdeleg.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Suyanto, mengatakan kedua TPA tersebut menghadapi persoalan berbeda.

TPA Kubangdeleg di Kecamatan Karangwareng yang melayani wilayah timur Kabupaten Cirebon saat ini hanya mampu menerima sekitar 100 ton sampah per hari.

Keterbatasan itu salah satunya dipengaruhi jumlah armada pengangkut. Dari 18 kecamatan yang masuk wilayah pelayanan Kubangdeleg, armada yang tersedia hanya sekitar 20 kendaraan.

“Untuk Kubangdeleg, sampah yang masuk sekitar 100 ton per hari. Salah satu kendalanya memang kendaraan. Armada yang ada hanya sekitar 20 kendaraan, sementara harus melayani 18 kecamatan,” kata Suyanto, Senin (21/9/2026).

Sementara di wilayah barat, persoalannya justru bergeser pada daya tampung TPA. Gunung Santri kini sudah mengalami kelebihan kapasitas atau overload.

Setiap hari, sekitar 250 ton sampah masuk ke TPA Gunung Santri. Volume tersebut lebih besar dibandingkan sampah yang masuk ke Kubangdeleg karena jumlah armada yang melayani wilayah barat juga lebih banyak.

“Kalau Gunung Santri memang sudah overload. Sampah yang masuk bisa sekitar 250 ton per hari karena jumlah kendaraannya juga lebih banyak, sekitar dua kali lipat dibandingkan wilayah Kubangdeleg,” ujarnya.

BACA JUGA:Sampah 1.200 Ton Sehari, Pemkab Cirebon Baru Inventarisasi 40 Titik TPS Liar

Kondisi tersebut membuat beban pengelolaan sampah semakin berat. Apalagi, produksi sampah Kabupaten Cirebon jauh lebih besar dibandingkan volume yang dapat dibawa ke dua TPA tersebut.

DLH sebelumnya juga telah mengakui kondisi Gunung Santri yang mulai terbebani. TPA tersebut telah beroperasi lebih dari 15 tahun dan kini mendekati batas kapasitas.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga belum memiliki solusi pengolahan sampah yang berjalan penuh di Kubangdeleg.

Suyanto mengatakan, memang terdapat rencana pengolahan sampah di TPA Kubangdeleg. Namun, hingga kini rencana tersebut belum terealisasi.

Sumber:

Berita Terkait