Atlantik: Sudah Saya Peringatkan, Hati-hati!
TATA KELOLA. Kondisi keuangan dan tata Kelola manajemen RSD Gunung Jati Cirebon terus menjadi polemik hingga saat ini.--
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID, CIREBON - Kondisi keuangan Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati membuat gempar, setelah muncul informasi mengenai kewajiban rumah sakit kepada pihak ketiga yang disebut mencapai sekitar Rp118 miliar.
Mantan Wakil Direktur Keuangan RSD Gunung Jati era kepemimpinan drg Heru Purwanto MARS, Mochammad Atlantik mempertanyakan kondisi kesehatan keuangan rumah sakit saat ini. Menurutnya, kondisi keuangan rumah sakit tidak dapat dinilai hanya berdasarkan besaran nominal utang.
Ia mengatakan, untuk mengetahui apakah kondisi keuangan rumah sakit masih sehat atau tidak, perlu dilihat sejumlah indikator. Yakni aset, piutang, modal kerja, rasio likuiditas, solvabilitas atau leverage, serta rentabilitas.
"Kalau rumah sakit itu ada rasio. Ada rasio modal kerja, rasio solvabilitas atau leverage ratio, sama rasio rentabilitas. Itu yang harus dilihat," katanya saat dihubungi Rakyat Cirebon, Rabu (16/9).
BACA JUGA:Disoal Hutang RSDGJ, Komisi III: Segera Selesaikan!!
Atlantik kemudian membandingkan kondisi keuangan RSD Gunung Jati ketika dirinya masih menjabat dengan kondisi saat ini.
Ia menyebut, pada masa kepemimpinan Direktur drg Heru Purwanto, dirinya ikut mengambil langkah untuk memperbaiki kondisi keuangan rumah sakit yang saat itu mengalami defisit.
Sehingga, dalam kurun waktu sekitar satu setengah tahun, modal kerja rumah sakit mengalami peningkatan signifikan. Karena, rasio modal kerja yang sebelumnya berada di kisaran 20 persen dapat meningkat hingga sekitar 597 persen.
"Zaman pak Heru, saya mengambil langkah atas kebijakan dan itu saya laporkan ke pak Heru. Dari minus 80 persen defisitnya, modal kerja 20 persen, namun dalam waktu satu tahun setengah selesai. Sampai modal kerjanya dari 20 persen menjadi 597 persen," ungkapnya.
BACA JUGA:RSDGJ Kembali Buka Rawat Jalan Mulai 25 Maret
Pada periode tersebut, Atlantik menyampaikan, rumah sakit masih memiliki kemampuan untuk membayar kewajiban sekaligus melakukan investasi.
"Pas zaman Heru Purwanto itu amanat untuk mengelola keuangan masih tercapai. Keadaan bayar utang itu hanya 597 persen dan tinggal 512 persen. Nah abis itu baru bisa investasi," ucapnya.
Terkait informasi utang sekitar Rp118 miliar kepada pihak ketiga, Atlantik berpesan agar angka tersebut perlu dikaji lebih lanjut untuk memastikan kondisi kewajiban rumah sakit secara keseluruhan.
Ia juga menilai nilai utang tersebut masih berpotensi bertambah apabila kewajiban lainnya ikut terakumulasi.
Sumber: