Cara Mengamankan Akun E-Wallet Agar Tidak Gampang Dihack Orang Lain
Cara Mengamankan Akun E-Wallet Agar Tidak Gampang Dihack Orang Lain. Foto: Pinterest/Rakyatcirebon.disway.id--
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Penggunaan dompet digital atau e-wallet seperti GoPay, OVO, DANA, ShopeePay, hingga LinkAja telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat modern.
Kepraktisan transaksi, kemudahan transfer, serta beragam penawaran promo menarik membuat saldo e-wallet kini berfungsi layaknya dompet fisik harian.
Namun, tingginya populasi pengguna dompet digital juga diimbangi dengan maraknya ancaman kejahatan siber (cybercrime). Modus kejahatan seperti peretasan akun, pencurian data pribadi, hingga rekayasa sosial (social engineering) kian beragam dan menyasar siapa saja yang kurang waspada.
Agar saldo dan data pribadi Anda tetap aman dari jangkauan peretas (hacker), berikut adalah panduan praktis dan efektif dalam mengamankan akun e-wallet Anda dari tindak kejahatan siber.
1. Gunakan Kombinasi PIN dan Kata Sandi yang Unik
PIN (Personal Identification Number) serta kata sandi (password) merupakan garis pertahanan terdepan dalam menjaga keamanan akun dompet digital.
Kesalahan umum yang sering dilakukan pengguna adalah menggunakan kombinasi angka yang mudah ditebak.
Langkah Pencegahan:
- Hindari menggunakan kombinasi angka berurutan (seperti 123456) atau angka berulang (seperti 111111).
- Jangan pernah menggunakan tanggal, bulan, atau tahun lahir pribadi maupun keluarga dekat sebagai kode PIN.
- Buat PIN unik yang hanya diingat oleh Anda sendiri, serta bedakan PIN e-wallet dengan PIN ATM atau akun media sosial lainnya.
2. Aktifkan Fitur Autentikasi Dua Faktor (2FA) dan Biometrik
Hampir seluruh aplikasi dompet digital saat ini telah dilengkapi dengan sistem keamanan berlapis. Memaksimalkan fitur keamanan bawaan aplikasi sangat ampuh membendung akses ilegal dari perangkat yang tidak dikenal.
Langkah Pencegahan:
- Aktifkan pemindaian biometrik seperti sidik jari (fingerprint) atau pemindaian wajah (face recognition) setiap kali membuka aplikasi atau mengonfirmasi transaksi.
- Pastikan fitur autentikasi dua faktor (2FA) selalu aktif, sehingga sistem akan selalu meminta verifikasi tambahan setiap kali ada upaya pendaftaran atau masuk akun (login) dari perangkat baru.
3. Jagalah Kerahasiaan Kode OTP dan Data Pribadi
Kode One-Time Password (OTP) merupakan kunci rahasia sekali pakai yang dikirimkan melalui SMS atau WhatsApp untuk memverifikasi pemilik akun.
Pihak penyedia layanan e-wallet tidak pernah meminta kode OTP, PIN, maupun data pribadi pengguna dalam situasi apa pun.
Langkah Pencegahan:
- Jangan pernah memberikan kode OTP atau PIN kepada siapa pun, termasuk oknum yang mengaku sebagai petugas layanan pelanggan (customer service) bank atau e-wallet.
- Waspadai telepon, pesan singkat, atau tautan tidak dikenal yang mengatasnamakan undian berhadiah, penutupan akun, atau masalah teknis.
4. Hindari Bertransaksi Menggunakan Wi-Fi Publik
Jaringan internet Wi-Fi gratisan di area publik seperti kafe, stasiun, atau pusat perbelanjaan memiliki celah keamanan yang rentan disusupi oleh peretas (man-in-the-middle attack).
Peretas dapat memantau lalu lintas data dan mencuri kredensial login atau informasi kartu yang tersambung pada aplikasi Anda.
Sumber: