Pasar Murah PKB Kembali Diserbu Masyarakat

Pasar Murah PKB Kembali Diserbu Masyarakat

Ketua DPC PKB Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati melayani masyarakat yang menyerbu pasar murah PKB di Hortipark Agrigardina, Minggu (4/10). FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKYAT CIREBON--

CIREBON - DPC PKB Kota Cirebon kembali menghadirkan berbagai pelayanan untuk masyarakat, Minggu (4/10). 

'Gerakan Minggu Berkah' yang diusung PKB menghadirkan pasar murah rakyat, memfasilitasi pelaku UMKM dengan bazar, senam sehat, hingga cek kesehatan gratis di Hortipark Agrigardina di RW 15 Permata Harjamukti Selatan, Kelurahan Kalijaga. 

Pada pasar murah tersebut, PKB menghadirkan pasar sembako murah, yang harganya sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). 

BACA JUGA:Dari Cirebon ke Syuriyah PBNU, KH Imam Jazuli Bawa Gagasan Transformasi Pesantren

Tak hanya itu, PKB juga memberikan voucher sehingga masyarakat yang berbelanja mendapatkan potongan harga, sehingga sembako lebih murah dan lebih terjangkau. 

Beberapa komoditas diserbu masyarakat, seperti telur, beras premium, minyak goreng hingga tepung terigu yang semua dijual dibawah HET.

Ketua DPC PKB Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati mengungkapkan bahwa pasar murah ini menjadi menjadi PKB yang berkelanjutan. 

BACA JUGA:Sambut AICIS+ ke-25 Tahun 2026, UIN Siber Cirebon Matangkan Persiapan Konferensi Internasional Berwibawa

Untuk di Kota Cirebon, kegiatan ini dilaksanakan dengan mengusung konsep 'Gerakan Minggu Berkah'. 

"Gerakan Minggu Berkah, setiap hari itu berkah, tapi kita akan usahakan agar setiap Minggu itu berkah untuk masyarakat," ungkap Rida, sapaan akrabnya. 

Pasar murah ini, lanjut Rida, terbuka untuk masyarakat umum tanpa dibatasi, PKB menyediakan voucher potongan harga sebesar 5000, sehingga masyarakat bisa mendapatkan sembako jauh dibawah HET. 

BACA JUGA:Prof Sugianto Angkat Isu Restorative Justice Indonesia-Malaysia di Forum Internasional ASEANAKA

Yang menarik pada pasar murah edisi kali ini, adalah vouche yang disediakan, diberikan kepada masyarakat yang datang dengan membawa sampah hasil pilahan. 

Sampah yang dibawa kemudian ditukar dengan voucher sehingga mereka bisa belanja dengan harga yang sangat murah. 

Sumber: