Rumput Stadion Watubelah Menguning, Warga Pertanyakan Pemeliharaan KONI dan Dispora

Rumput Stadion Watubelah Menguning, Warga Pertanyakan Pemeliharaan KONI dan Dispora

KONDISI LAPANGAN: Rumput Stadion Watubelah, Kabupaten Cirebon, tampak mengering dan menguning. Kondisi ini memunculkan pertanyaan warga mengenai pemeliharaan lapangan selama musim kemarau. FOTO: ZEZEN ZAENUDIN ALI/RAKYAT CIREBON--

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Rumput lapangan Stadion Watubelah, Kabupaten Cirebon, menguning dan mengering. Hamparannya menyerupai sawah yang siap dipanen. Pemandangan ini kontras dengan kondisi lapangan stadion yang semestinya hijau dan terawat.

Musim kemarau memang membuat rumput lebih rentan mengering. Namun, kondisi tersebut dinilai bukan alasan untuk mengabaikan pemeliharaan lapangan.

Apalagi, Stadion Watubelah memiliki pengelola. Perawatan rumput semestinya menjadi bagian dari tanggung jawab pengelolaan kawasan tersebut.

Kondisi ini memantik kritik warga. Mereka mempertanyakan keseriusan pemeliharaan lapangan, terlebih kawasan stadion juga dimanfaatkan untuk aktivitas masyarakat.

Salah satu aktivis Cirebon, Kang Ohim, menilai kondisi rumput yang mengering menunjukkan adanya persoalan dalam pemeliharaan. "Ini sih, pembiaran. Tidak ada yang mengurus," kata Ohim.

Ia menyoroti pengelolaan kawasan Stadion Watubelah oleh KONI. Menurutnya, pengelolaan tersebut juga mencakup area parkir dan lapangan stadion.

Di sisi lain, warga yang datang harus membayar karcis parkir. Bahkan, untuk masuk ke area stadion, pengunjung kembali dikenai tarif.

"Warga sudah 'dipalak' dengan dalih karcis parkir. Masuk ke stadion juga ditarif lagi, harus membayar," lanjutnya.

Situasi itu memunculkan pertanyaan mengenai pemanfaatan pendapatan dari aktivitas kawasan stadion. Apakah penerimaan tersebut turut dialokasikan untuk menjaga kondisi fasilitas, termasuk merawat rumput lapangan?

"Mana buktinya? Kenapa rumput lapangan yang menghabiskan banyak anggaran itu tidak di-maintenance," kritiknya.

Ohim mengaku mendapat informasi bahwa rumput lapangan telah dirawat, termasuk melalui penyiraman dan pemupukan. Namun, kondisi yang terlihat sekarang justru memunculkan keraguan.

"Katanya diurus. Disiram, dipupuk. Buktinya mana? Jangan jadikan kemarau sebagai alasan," tegasnya.

Menurut dia, pemeliharaan semestinya tetap dilakukan meski cuaca sedang kering. Penyiraman dan perawatan yang memadai dinilai penting untuk menjaga kondisi rumput.

Kang Ohim pun menyoroti Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Cirebon. Bukankah terang dia, ada anggaran maintenance untuk area lapangan. "Dispora juga memiliki anggaran maintenence buat stadion, itu kemana larinya," katanya. 

Sumber: