14 Guru Ikut Jadi Korban, PGRI Angkat Bicara
Ketua PGRI Kota Cirebon, Eka Novianto menyoroti dugaan keracunan yang juga menyebabkan 14 guru ikut menjadi korban. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKYAT CIREBON--
CIREBON - Sedikitnya 14 guru juga terindikasi ikut menjadi korban dari dugaan keracunan pasca menyantap menu MBG di hari Selasa (20/10) kemarin.
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pun ikut menyoroti soal dugaan keracunan tersebut, terlebih ada belasan guru yang ikut menjadi korban.
Ketua PGRI Kota Cirebon, Eka Novianto menyampaikan bahwa setelah mendapat informasi adanya kejadian dugaan keracunan ini Selasa malam, pihaknya langsung turun untuk memantau kondisi, termasuk memastikan kondisi para guru yang juga ikut menjadi korban.
BACA JUGA:Disdik Liburkan Sekolah Terdampak
Dari data yang dimiliki PGRI, ada 14 guru yang ikut merasakan gejala setelah menyantap menu MBG di hari Selasa.
14 guru tersebut, diantaranya adalah 7 guru di SDN Kalijaga Permai, dimana setelah dilakukan pemeriksaan, empat di antara dirawat inap dan tiga diperbolehkan pulang.
Kemudian 5 guru du SDN Taman Kalijaga, dimana satu guru dirawat inpa dan empat lainnya diperbolehkan pulang, serta dua guru di TK Teratai, yang keduanya harus menjalani rawat inap.
BACA JUGA:SPPG Pastikan Yayasan Siap Bertanggung Jawab
"Selama kita sudah langsung mengecek rekan kami di RS. Ketika kami konfirmasi, mereka memang ikut mencicipi dan makan. Bahkan ada yang hanya mencoba dua suap saja, juga merasakan gejala," ungkap Eka kepada Rakyat Cirebon.
Sampai Rabu sore, lanjut Eka, pihaknya mengupdate bahwa sejumlah guru masih dirawat di RS.
Bahkan, ada satu guru, yang pada Selasa malam diperbolehkan pulang, pada Rabu siang dibawa kembali ke RS karena kembali merasakan gejala.
BACA JUGA:Panduan Financial Freedom untuk Gen Z: Mulai Dari Mana Agar Cepat Kaya?
"Informasi yang terakhir kami dapat, masih dirawat. Kita minta sampai pulih dulu di RS. Ada yang semalam sempat pulang, tapi kembali dirujuk ke RSD Gunung Jati," kata Eka. (sep)
Sumber: