PGRI Terus Pantau Kondisi 11 Guru yang Masih Dirawat
Ketua PGRI Kota Cirebon, Eka Novianto saat menjenguk para guru yang masih dirawat di rumah sakit, Kamis (22/10). FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKYAT CIREBON--
CIREBON - Sampai Kamis (22/10) siang 11 guru di Kota Cirebon yang ikut menjadi korban dugaan keracunan menu MBG pada Selasa (20/10) lalu masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cirebon terus melakukan pemantauan terhadap kondisi para guru.
Untuk informasi terakhir, Ketua PGRI Kota Cirebon, Eka Novianto menyampaikan bahwa sampai Kamis ini para guru yang dirawat belum seluruhnya diperbolehkan pulang karena masih membutuhkan penanganan medis.
BACA JUGA:Bawaslu Bahas Perkembangan Sistem Pemilu Bersama Komisi I, Penambahan Pemilih Jadi Sorotan
"Sampai hari ini masih ada 11 guru yang dirawat di rumah sakit. Kami terus memantau perkembangan kondisi mereka dan berharap semuanya segera pulih," ungkap Eka usai menjenguk para guru di rumah sakit, Kamis (22/10) siang.
Disebutkan Eka, para guru yang masih menjalani perawatan tersebut berasal dari empat sekolah, yakni SDN Kalijaga Permai, SDN Taman Kalijaga Permai, TK Teratai, dan TK Tunas Karya.
Dipastikan Eka, PGRI akan terus memberikan perhatian terhadap kondisi para guru yang terdampak.
BACA JUGA:Kembali Gelar KBM, SDN Taman Kalijaga Permai Doa Bersama
Saat menjenguk langsung, Eka pun meminta para tenaga pendidik yang masih dirawat ini agar fokus dulu dan mengutamakan pemulihan kesehatan.
Menurut Eka, kesembuhan menjadi hal utama yang harus diperhatikan, dan mereka diharapkan mengikuti anjuran tenaga medis dan memastikan kondisi tubuh telah pulih sebelum meninggalkan rumah sakit.
"Kita minta fokus pemulihan dulu, tidak perlu terburu-buru kembali beraktivitas sebelum kondisinya benar-benar membaik," sebut Eka.
BACA JUGA:Rumah Sakit Sigap Tangani Korban Dugaan Keracunan, Komisi III Beri Apresiasi
Ditambahkan Eka, kondisi kesehatan guru ini sangat berkaitan dengan kelancaran kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.
Maka, jika sebelum benar-benar fit mereka memaksakan diri untuk tetap mengajar, dikhawatirkan KBM tidak akan berjalan dengan maksimal.
Sumber: