Mengenal Jenis Colokan Mobil Listrik: Bedanya AC Charging dan DC Fast Charging

Mengenal Jenis Colokan Mobil Listrik: Bedanya AC Charging dan DC Fast Charging

Mengenal Jenis Colokan Mobil Listrik: Bedanya AC Charging dan DC Fast Charging. Foto: Pinterest/ Rakyatcirebon.disway.id--

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Ekosistem kendaraan listrik di Indonesia berkembang semakin pesat seiring bertambahnya infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan kepemilikan unit pribadi.

Namun, bagi calon pengguna atau pemilik baru kendaraan listrik (EV), memahami perbedaan jenis soket colokan (connector) serta arus pengisian daya sering kali menjadi hal yang membingungkan.

Kesalahan dalam mengenali port pengisian dapat memengaruhi durasi waktu charging hingga ketersediaan fasilitas pengisian yang cocok saat perjalanan jauh.

Pemerintah melalui regulasi Peraturan Kementerian ESDM telah menetapkan standar fasilitas pengisian listrik untuk memastikan keamanan dan kompatibilitas jaringan.

Pada dasarnya, pengisian daya mobil listrik terbagi menjadi dua kategori utama arus kelistrikan, yaitu AC (Alternating Current / Arus Bolak-Balik) dan DC (Direct Current / Arus Searah).

Berikut adalah ulasan mendetail mengenai perbedaan sistem pengisian serta jenis-jenis colokan mobil listrik yang berlaku di Indonesia:

Perbedaan Utama AC Charging dan DC Fast Charging

AC Charging (Pengisian Arus Bolak-Balik):

Proses pengisian AC mengalirkan arus listrik dari jaringan PLN menuju komponen pengisi daya internal di dalam mobil (onboard charger).

Onboard charger tersebut yang bertugas mengubah arus AC menjadi arus DC sebelum disimpan ke dalam sel baterai.

Karena membutuhkan proses konversi di dalam kendaraan, pengisian tipe ini membutuhkan waktu lebih lama (biasanya 4 hingga 8 jam) dan sangat cocok untuk penggunaan home charging di garasi rumah atau fasilitas parkir gedung.

DC Fast Charging (Pengisian Arus Searah):

Sistem DC fast charging menyalurkan arus searah tegangan tinggi secara langsung ke baterai tanpa melewati onboard charger kendaraan.

Mesin pengubah arus berada di luar kendaraan, tepatnya di dalam stasiun SPKLU.

Hal ini membuat proses pengisian berdaya besar menjadi sangat cepat, hanya membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 45 menit untuk mengisi baterai dari 20% hingga 80%.

Jenis-Jenis Colokan Mobil Listrik yang Populer di Indonesia

1. Type 2 (Mennekes) - Pengisian AC

Colokan Type 2 memiliki desain 7-pin bundar dan menjadi standar resmi pengisian arus AC di Eropa serta Indonesia.

Colokan jenis ini paling umum digunakan pada perangkat home charger wallbox maupun portable charger bawaan pabrikan.

Sumber: