BACA JUGA:SMAN 1 dan SMAN 2 Cirebon Tambah Jumlah Siswa Baru, Ikuti Arahan Gubernur Jabar
Bila perlu, sistem zonasi dihapus dan diganti dengan sistem seleksi berbasis prestasi, seperti Nilai Ebtanas Murni (NEM) yang pernah diberlakukan sebelumnya, karena menurutnya itu lebih fair.
Tak hanya itu, Anton juga meminta agar pemerintah daerah membentuk tim khusus untuk mengawasi, melakukan audit hingga melakukan investigasi terhadap proses SPMB yang berjalan, karena jelas, dengan banyaknya aduan dari masyarakat, ada penerapan di lapangan yang bermasalah.
"Ini perlu agar tidak ada permainan yang membuat masyarakat makin tidak percaya pada sistem pendidikan kita. Saya minta Disdik terbuka, transparan, dan serius menanggapi persoalan ini. Jangan sampai masyarakat terus dipermainkan sistem zonasi ini. Saya lebih setuju kembalikan saja ke sistem seleksi berdasarkan nilai agar lebih objektif," kata Anton. (sep)