Anyaman Rotan Cirebon Terbang Mendunia dan Membantu Pencari Kerja

Jumat 25-07-2025,10:58 WIB

Isu kelangkaan bahan baku berkualitas dan penyusutan tenaga kerja terampil menjadi isu internal yang semestinya dapat dikendalikan. Kendati bahan baku rotan telah disikapi pemerintah melalui Surat Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 35/M-DAG/PER/11/2011 terkait larangan ekspor rotan mentah, pengiriman rotan mentah ke luar negeri masih kerap terjadi. Pasokan rotan berkualitas yang menjadi bahan utama produk kerajinan khas Cirebon menjadi relatif sulit. Padahal, dengan rotan mentah yang diolah dan dikreasikan menjadi produk furnitur merupakan bagian dari semangat hilirasasi yang digagas pemerintah. Selain itu, dampak rambatan ekonomi pun akan baik dari pemberdayaan masyarakat. 

Sinergi untuk Industri Rotan Cirebon

Produk kerajinan sejatinya perlu sebuah nilai tambah yang unik. Selain memiliki kekhasan dari sisi bahan baku, kombinasi dari nilai seni dan fungsional menjadi perhatian dari pembeli. Di sini tenaga kerja kerja memiliki peran penting. Tidak hanya terampil dan teliti dalam mengerjakan produk, tetapi juga perlu melihat kebutuhan pasar yang sangat dinamis dan strategi pemasaran yang jitu. Peningkatan ketrampilan dan keberlanjutan tenaga kerja perlu diperkuat oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi, dan juga instansi lainnya. Program pelatihan yang terstruktur menjadi bagian penting dari pemeliharaan dan pengembangan SDM.

Sinergi dengan perguruan tinggi yang memiliki spesialisasi desain produk dirasa akan meningkatkan daya saing produk dari pengrajin di Cirebon. Program ini diharapkan dapat mendukung ekosistem entrepreneurship melalui inovasi produk komoditas ekspor unggulan. Bisnis model yang melibatkan lembaga/korporasi sebagai fasilitator inkubasi yang didukung oleh asosiasi sebagai pengarah rencana bisnis dan pengembangan produk, perguruan tinggi yang berperan sebagai think tank inovasi desain, serta murid SMK sebagai pekerja terlatih menjadi solusi apik dalam menata kembali industri kerajinan rotan Cirebon. 

Langkah ini juga perlu didukung dengan promosi perdagangan, baik di regional Ciayumajakuning, nasional, dan internasional. Beberapa event seperti Ciayumajakuning Entrepreneur Festival (CEF), pameran level nasional, dan internasional, serta memanfaatkan peran Investor Relations Unit (IRU), Regional Investor Relations Unit (RIRU), dan Global Investor Relations Unit (GIRU) diharapkan dapat meningkatkan pamor rotan Cirebon.  

Mengembalikan kilau rotan di negeri sendiri tentu bukan perkara mudah. Namun, sangat mungkin untuk dicapai melalui sinergi lintas sektoral yang terstruktur dan berkelanjuran. Dukungan pemerintah melalui berbagai kebijakan yang berpihak pada pengrajin dan industri rotan, asosiasi yang terlibat sebagai pelaku, akademisi yang mengenalkan inovasi dan ide pemasaran, serta peran korporasi sebagai fasilitator. Terciptanya ekosistem industri rotan yang terintegrasi dan berkelanjutan diharapkan dapat menjadikan rotan Cirebon mendunia dan berdampak luas bagi perekonomian daerah serta nasional. (*)

Tags :
Kategori :

Terkait