CIREBON - UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar wisuda sarjana, doktor dan magister hari ketiga bagi 713 wisudawan di Ballroom Hotel Apita Cirebon, Kamis (14/8).
Peserta wisuda terdiri dari 63 wisudawan Program Studi Tadris Ikmu Pengetahuan Sosial (IPS)Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Kemudian 210 wisudawan Fakultas Syariah terdiri dari 107 wisudawan Program Studi Hukum Keluarga Islam dan 53 wisudawan Program Studi Hukum Ekonomi Syariah.
Serta 44 wisudawan Program Studi Hukum Tatanegara islam dan 6 wisudawan Program Studi Ilmu Falak.
Sementara dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi Isiam (FDKI) ada 341 wisudawan terdiri dari 132 wisudawan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), 42 wisudawan Program Studi Pengembangan Masyarakat Isiam (PMI), 164 wisudawan Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) dan 3 wisudawan Program Studi Sosiologi Agama (SA).
Dari program magister ada 87 wisudawan terdiri dari 25 wisudawan Program Studi Manajemen Pendidikan Isiam, 14 Wisudawan Program Studi Pendidikan Agama Isiam, 19 wisudawan Program Studi Hukum Keluarga Islam, dan 9 wisudawan Program Studi Ekonomi Syariah.
Sedangkan program doktor ada 12 wisudawan terdiri dari 5 wisudawan Program Studi Pendidikan Agama Isiam dan 7 wisudawan Program Studi Hukum Keluarga Isiam.
Rektor UIN Siber Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani MAg wisuda merupakan momentum awal bagi para lulusan dalam mengemban amanah akademik sesuai keilmuan masing-masing.
Sehingga para wisudawan diharapkan betul-betul mengamalkan apa yang mereka dapati semasa kuliah. Tentu dibarengi dengan inovasi dan tekad yang bulat untuk terus belajar.
Menurut guru besar ekonomi syariah ini, para lulusan harus betul-betul mampu menjalankan filosofi 'ilmu'. Yang tujuannya membawa perubahan positif bagi masyarakat.
"Ilmu itu dari asalnya dari tiga huruf yaitu 'ain, lam dan mim. 'Ain itu dimaknai sebagai 'iliyin. Artinya tempat yang tinggi atau kemulyaan. Dimana orang yang berilmu punya derajat yang tinggi," jelas Aan.
Huruf kedua yaitu lam, lanjut Aan, yang dimaknai senagai lutf atau kelembutan. Bisa juga dimaknai sebagai soft skill, moral, komunikasi yang baik atau moderat. Orang yang berilmu, harus punya kemampuan tersebut.
"Kemudin mim ini dari kata mulk yang artinya kepemimpinan. Orang yang berilmu harus punya jiwa kepemimpinan yang baik yang berdampak kemanfaatan bagi orang lain," jelas Aan.
Sementara itu, Dekan FDKI, Dr Naila Farah MAg, pembekalan bagi mahasiswa sebelum wisuda sudah dirasa cukup. Tinggal para lulusan ini mampu menerapkannya di dunia kerja maupun dalam bermasyarakat.
"Buat teman-teman wisudawan FDKI UIN Siber Cirebon, semoga kalian bisa bermanfaat untuk diri sendiri, bangsa, negara dan tentunya untuk keluarga juga," jelas Naila.