Tantangan Terbesarnya: File size-nya seringkali kejam (sangat besar), dan ritmenya bisa sangat brutal (tewas dalam hitungan detik).
4. Fortnite: Kreativitas, Warna, dan Kebudayaan Pop
Fortnite selalu berada di jalurnya sendiri. Visualnya yang cartoonish mungkin tampak kurang serius, tapi di baliknya ada mekanisme membangun yang membuat game ini punya skill gap (jarak keterampilan) yang curam. Pertarungan di Fortnite bisa berubah dari baku tembak sederhana menjadi perlombaan membangun menara dalam sekejap mata.
Mengapa Dia Tetap Populer?
Karena ia adalah platform kebudayaan pop. Kolaborasi dengan Marvel, Star Wars, dan musisi terkenal selalu menarik jutaan pemain baru. Kabar baiknya, kini ada mode Zero Build! Bagi yang muak melihat lawan membangun mansion dalam 3 detik, mode ini menawarkan Battle Royale murni tanpa konstruksi.
Vibe-nya: Riang, crossover tanpa batas, dan penuh kejutan.
Tantangan Terbesarnya: Pemain yang sudah mahir membangun sangat sulit dilawan.
BACA JUGA:Mengapa Banyak Game yang Gagal Saat Rilis? Pelajaran dari Game yang Flop
Jadi, Mana yang Harus Anda Pilih?
Singkatnya, ini tentang selera:
- PUBG: Tantangan balistik, suasana perang yang tegang, dan permainan taktis yang lambat.
- Apex Legends: Kecepatan tinggi, kerjasama tim yang erat, dan karakter dengan skill keren.
- Warzone: Gunplay yang akrab dan memuaskan ala Call of Duty, dan kesempatan kedua (Gulag).
- Fortnite: Kreativitas membangun (atau mode Zero Build), dan game yang selalu penuh kejutan pop culture.
Semua game ini gratis dimainkan, jadi tidak ada alasan untuk tidak mencoba semuanya. Pasang headset Anda, dan temukan arena pertempuran yang memanggil jiwa gamer Anda!(*)